Tim kimia dari Seksi Petrokimia dan Gas serta Seksi Penyelidikan Gunung Merapi memperoleh biaya dari proyek "Mitigasi Bencana Alam Geologi" melakukan kegiatan lapangan yang terdiri dari: mengambil cuplikan gas, kondensat, pengukuran temperatur, dan pengukuran kecepatan emisi gas SO2.
Klasifikasi guguran dapat dilihat dari bentuk gempa serta envelope gempa itu sendiri, akan tetapi klasifikasi lain yang dapat dilihat adalah frekuensi dominan serta, arah gerakan partikel gelombang gempa yang ditimbulkan oleh gempa guguran juga dapat kita lihat.
Penelitian Petrokimia dan Gas gunungapi Sundoro dilakukan untuk mengetahui kimia dan mineralogi batuan hasil erupsi Gunungapi Sundoro baik yang tercatat dalam sejarah maupun tidak. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mendapatkan gambaran karakter komposisi kimia dan mineral dalam batuan Gunungapi Sundoro.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C
Laporan pemetaan aliran lahar kali kobokan memiliki tujuan untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Aliran Lahar, guna mengetahui sebaran lahar disekitar kali Kobokan.
Kegiatan vulkanik G.Raung dipantau secara visual dan seismik di Pos PGA G. Raung di daerah Mangaran. Pemantauan visual dilakukan pada saat cuaca baik sedangkan pemantauan seismik dilakukan 24 jam selama pesawat pencatat gempa itu tidak mendapat gangguan.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Puncak G.Slamet memiliki ketinggian 3676 m merupakan gunungapi tertinggi di Jawa Tengah. Aktivitas G.Slamet saat ini dipantau dari Pos Vulkanologi Gambuhan terletak dibagian utara kaki G.Slamet yang merupakan titik referensi.
Pengamatan visual ke arah G. Arjuno-Welirang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Arjuno-Welirang di Desa Sukereno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sedangkan rekaman kegiatan kegempaan G. Arjuno-Welirang dilakukan sejak Mei 1995 sampai September 1996 dan gempa - gempa yang tercatat pada umumnya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal.