Kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di sekitar G. Ciremai yang merupakan gunungapi aktif dan kegiatannya terus berlanjut.
Pengumpulan data dan informasi G. Raung dilapangan dititikberatkan kepada pendataan kependudukan di daerah bahaya (KRB) untuk menghadapi letusan yang akan datang.
Pengumpulan data dan informasi di lapangan terutama pendataan kependudukan di daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan di daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) atau wilayah sekitar G. Slamet yang termasuk kedalam radius 8-10 km dari puncak G. Slamet.
Penyusunan data dan informasi sumber daya geologi untuk pengusulan wilayah prospek gas metana batubara (GMB) bertujuan memberikan usulan rekomendasi teknis wilayah prospek GMB. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode inventarisasi, diskusi dan evaluasi terhadap data sekunder dari hasil kegiatan eksplorasi pendahulan propeksi batubara geologi dan geofisika daerah Lemang, Kabupaten Indragiri…
G. Kelut terakhir meletus pada 10 Februari 1990, setelah lebih dari 5 tahun setelah kejadian tersebut, perlu dievaluasi dan didata ulang berbagai aspek yang menyangkut perkembangan pemukiman, pembangunan, dan semua usaha penanggulangan bahayanya.
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Pada September 1992. Dr. Barry Voight dan Kirby Young dari Penn State University, Amerika Serikat membawa sistem monitoring kegempaan yang baru ke Merapi. Sistem ini disebut RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) Sebagai alat monitoring yang relatif baru, RSAM tidak dimaksudkan mengganti sistem pengamatan seismik konvensional yang selama ini sudah dikenal tetapi RSAM dapat merupakan pel…
Dalam mengetahui aktivitas G.Merapi, terutama setelah akifitas G.Merapi dari siap menjadi waspada, maka pada bulan Maret 1995 diadakan penyelidikan dan pengamatan, terutama untuk mengikuti perkembangan kegempaan yang masih berlangsung pada bulan ini.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.