S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Yang melatar belakangi pentingnya pengumpulan data dan dokumentasi G. Dempo ini, sehubungan gunung tersebut termasuk dalam klasifikasi Tipe A yang setiap saat akan terjadi letusan, maka perlu dilakukan observasi tersebut di atas sebelum penyeluhan gunungapi dilakukan. Disamping itu rencana kerja inipun merupakan program yang disusun sebelumnya berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Direkto…
Ancaman bencana alam geologi sering terjadi di daerah-daerah di kepulauan Indonesia pada umumnya. Khususnya di P. Sumatera ini sering terjadi di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, baik berupa tanah longsor yang sering diikuti dengan banjir bandang, gempa bumi maupun letusan Gunungapi.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun anggaran 1991/1992 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap pertama.
Dalam Pelita IV tahun anggara 1990 - 1991, telah diberangkatkan satu tim pendataan informasi gunungapi dan pengamatan gunungapi Kaba selama 14 hari kerja sejak tanggal 23 Oktober sampai 5 November 1990.
Krakatau termasuk salah satu gunungapi aktif dari sejumlah gunungapi Indonesia yang terletak di laut yakni di Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Jawa. Gunungapi ini menjadi sangat terkenal di seluruh dunia semenjak terjadinya letusan besar berupa paroksisma pada tahun 1883.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Dalam tahun anggaran 1982/1983, Seksi Penginderaan Jauh Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, akan melaksanakan pengecekan data geologi Gunung Salak, Jawa Barat berdasarkan tafsiran cira landsat dan potret udara.
Dalam sejarahnya G. Gede telah mengalami beberapa kali terjadi kegiatan berupa letusan-;etusan baik besar dan menghancurkan maupun hanya letusan asap atau abu