Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi yang pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan peneliti para ahli diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Sudah sejak lama diketahui bahwa letusan gunungapi dan kegiatan lainnya telah meminta banyak korban dan mengakibatkan banyak kerusakan, kadang-kadang di berbagai tempat gunungapi terdapat daerah luas yang telah rusak oleh kegiatan gunungapi dan telah ditumbuhi oleh alang-alang, tetapi setelah beberapa lama tidak tampak ada kegiatan, disana-sini sudah ada tanda-tanda bahwa penduduk mulai menetap…
Gunungapi guntur secara administratif terletak di kabupaten Garut, merupakan salah satu gunungapi aktif di jawa barat. Puncak kerucut yang tertinggi dikenal sebagai gunung masigit dengan ketinggian 2248 m diatas permukaan laut, sedangkan ketinggian dari kota garut adalah lebih kurang 1550 meter. Gunung guntur merupakan salah satu nama puncak yang masih aktif dari suatu kelompok besar gunung.
gunung guntur merupakan salah satu nama puncak yang masih aktif dari suatu kelompok besar gunung. Kelompok gunung ini di sebelah utara berbatasan dengan dataran tinggi Leles, sedangkan di sebelah timur dan selatan berbatasan dengan dataran tinggi Garut.
Maksud dari pembuatan dokumentasi gunungapi Guntur ini adalah untuk melaksanakan salah satu kegiatan proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi pada tahun anggaran 2000, sedangkan tujuannya adalah untuk mengikuti perkembangan akhir dari aktifitas gunungapi itu sendiri, seperti penyebaran lava dan bentuk morfologinya.
Maksud dari pembuatan dokumentasi Gunung api Karangetang ini adalah untuk melaksanakan salah satu kegiatan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api pada tahun anggaran 1998/1999, dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas gunung api itu sendiri, seperti penyebaran lava dan bentuk morfologinya.
Di sekitar puncak G. Soputan terdapat beberapa buah kerucut parasit antara lain kerucut G. Aeseput, Weru, kerucut G. Aeseput, Weru, Reindengan, Kalelondei, Manimporok, dan G. Kelewung. Kerucut-kerucut tersebut umumnya bertindak sebagai benteng alam yang dapat membendung aliran lava dan piroklastik apabila terjadi letusan dikawah pusat.
Merekam semua sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan persiapan Direktorat Vulkanologi maupun Pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Batur. Hal ini untuk memudahkan komunikasi dalam penyuluhan, apabila seluruh data telah tercatat.
Kegiatan pengadaan dokumentasi dimaksud untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas Gunungapi Banda Api berikut keadaan lingkungannya (kependudukan, lahan usaha, prasarana dan sarana) disekitarnya. Data yang berhasil diperoleh berupa slide, foto, gambar, peta maupun video.
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.