Pada tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 1981 Tim dari seksi pemetaan geologi endapan gunungapi, Direktorat Vulkanologi, mengadakan perjalanan ke Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Agung (Bali). Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengetahui ciri endapan awanpanas serta endapan lahar baik di Gunung Semeru maupun di Gunung Agung, karena endapan yang diamati tersebut jelas tercatat sejarah.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas nomor. 116/P/1985, 117/P/1985 dan 121/P/1985 masing-masing atas nama Sdr. I Nengah Guna, Sdr. I Ketut Naka dan Sdr. K Jani Suwartiyasa, diperintahkan untuk melakukan pengamatan visual Gunung Agung. Seperti diketahui bahwa gunung Agung adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di kecamatan Rendang, daerah Tingkat II Kabupaten Karangasem Pulau Bali. …
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.113/P/85 Bandung tanggal 16 April 1985 dan dilanjutkan dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1254/P/85 Bandung tanggal 8 Juli 1985 penulis ditugaskan untuk melakukan Pengamatan dan Penyelidikan Seismik G.Agung. G. Agung 3142 m sebelum letusan tahun 1963 dan 3014 m (Pak Suryo 1964 ) setelah letusan 1963. Lintang Tipe gunungapi Strato Posisi geog…
Gunung Agung di pulau Bali merupakan salah satu gunungapi aktif, disamping gunungapi Batur, mempunyai ketinggian 3014 meter diatas permukaan laut. Gunung Agung diketahui sebagai suatu gunungapi yang kurang sekali mengadakan letusan-letusan. Selama sejarah letusan yang diketahui terjadi pada tahun-tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963. Dari letusan gunung Agung yang terakhir (1963), diketahui telah ja…
Laporan penghitungan volum sisa endapan ladu didalam anak2 sungai T. Unda dan T. Buhu ( dilakukan sedjak tgl. 23 s/d tgl. 30 Djuni 1969), beserta gradien anak sungai. Penghitungan volum sisa endapan ladu telah ditetapkan titik², ditempat mana dibuat penampang2 melintang.
Kegiatan G.Agung selama tahun 1963 jang disertai dua kali letusan paroksismal pada tgl.17 Maret dan 16 Mei dalam tahun itu djuga telah mengeluarkan bahan2 letusan dalam jumlah sangat banjak termasuk ladu jang diendapkan di-lereng2 gunung. Sedjumlah besar diantaranja memasuki pula sungai Unda beserta anak2 sungainja jang berbulu dilereng selatan G.Agung. Ini mengakibatkan hanjutnja djembatan di …
Letusan G. Agung tahun 1963 tidak merupakan bahaja langsung bagi kota Karangasem. Bentjana jang diderita oleh kota ini adalah akibat daripada letusan tsb. jang berupa lahar2 sekunder jang merusak bagian kota disebelah selatan dan barat, daja. Kerusakan telah terdjadi pada setiap musim dan mengingat masih banjaknja endapan bahan letusan dihulu sungai2 jang menudju kearah kota Karangasem, maka di…
Untuk persiapan rapat jang akan diadakan dalam pertengahan bulan Agustus 1967 antara Bagian Volkanologi dengan P.U dan pemerintah Daerah Bali, penulis ditugaskan ke Bali menggantikan sdr. I.Surjo, jang berhalangan datang karena baru mendapat ketjelakaan lalu lintas di Tjibinong, Bogor. Maksudaja untuk mengumpulkan data2 dari lapangan sebagai bahan untuk rentjaan kerdja th. 1968 bagi P.U. Adapun…
Kegiatan kembali ("opleving") magmatik G. Agung pada tgl. 27 Djanuari 1964, merupakan letusan2 miniatur tjorak volkanion ("vulcanina type eruption"), dengan asap2 kelabu hohitam-hitoman bergumpal-gumpal serupa kol kembang dan mentjapai ketinggian maksimal k.l. 4000 m. diatas puntjaknja. Gedjala ini ternjata merupakan detik2 penghabisan dari roda kegiatan volkaniknja sedjak tgl. 16 Februari 1963.
Adapun korban2 manusia sekeliling G.Agung akibat kegiatannja dalam tahun 1963 itu, terutama disebabkan oleh awan panas. dari pada itu, ada djuga jang disebabkan bom2 sslama kegiatan memuntjak pada tanggal 16 Mei 1963 dan karena lahar jang masih panas selama kegiatan2 masih belum mereda, segera setelah paroksismal pada tanggal 17 Maret 1963.