Salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang sering meletus adalah G. Lokon. Gunung ini terletak di dalam wilayah Kabupaten Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara pada posisi geografi 1°21,5 Lintang Utara dan 124 47,5 Gunungapi ini mempunyai bentuk yang menarik karena titik kegiatannya tidak berada di puncak, tetapi di sadel antara Puncak Lokon dan Empung yang dikenal dengan nama Kawah Tompaluan ya…
G. Lokon terletak di Kecamatan Tomohon Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara merupakan salah satu dari 5 buah gunung api aktif yang ada di dataran Sulawesi. Data gunung ini menurut data dasar gunung api Indonesia hal- 661 adalah sebagai berikut : Nama Lain : Lokon Empung Nama Kawah : Tompaluan atau Wallenaure Empung atau Empong Neumann Van Padang, 1951. Kini lebih dikenal dengan kawah lokon…
Sudah 14 tahun G. Lokon pada tingkat kegiatan vulkanik normal, baik visual maupun kegempaannya. Pada Juli 1984 teramati perubahan kegiatan visual, yaitu membesarnya hembusan asap dari kawah dan layu/mati di sebelah timur tenggara nya tumbuhan di sekitar kawah seluas lk. 3 m kawah. Hal itu merupakan gejala awal yang seketika dapat dideteksi karena sebelumnya sama sekali tidak pernah terjadi. Fen…
G. Tangkoko (1149m) merupakan gunung api strato yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Gunung api ini memiliki sebuah parasit, yaitu G. Batuangus. Posisi geografi G. Tangkoko terletak pada 1°31' Lintang Utara dan 125°11,5' Bujur Timur, sedangkan G. Batuangus terletak pada 1°30,5 Lintang Utara dan 125°13' Bujur Timur. Letusan besar dari G. Tangkoko terjadi dalam tahun 1801, de…
Gunung api Lokon termasuk kedalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis gunung api ini terletak pada 1°21'30" Lintang Utara dan 124°43'30" Bujur Timur (Gambar 1). Gunung Lokon terdiri dari dua puncak yaitu Gunung Lokon dan Gunung Empung. Puncak tertinggi dari Gunung Lokon yaitu 1580 m dpl disini terdapat pilar triangulasi P112, sedangkan punc…
Akhir-akhir ini kegiatan G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan area…
Akhir-akhir ini kegiatan G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan area…
Berhubung dengan meletusnja G. Lokon di Manado, pada tgl. 27 djam 20.15 dan 28 Mei djam 10.45, maka menarik surat perintah tgl. 29 Mei dari Tn.Ir.L.g. Tampubolon, Kepala Djawatan Pertambangan di Bandung, untuk mengadakan pemeriksaan di gunung tersebut.
Pada tanggal 28 April 1959, M. Pantouw mengirim radiogram yang berisi mengenai perkembangan G. Lokon dan G. Mahawu untuk tetap diperhatikan. G. Lokon selama 10 hari ini terus terjadi letusan selama 10 hari berturut turut. Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman rakyat karena jatuhnya abu
Kawah gunung lokon setelah letusan yang berakhir pada tanggal 28 November 1952 berada dalam keadaan tenang selama lebih kurang 5 tahun lamanya. dalam jangka waktu itu, kawah hanya seolah olah hanya sebagai mengaso saja. Mulai Februari 1958 gunung mulai mengadakan letusan-letusan seperti waktu tahun 1951 s/d tahun 1952