Pada 12 Maret 1963, terjadi erupsi aktivitas G. Agung dengan skala VEI 5 dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km diatas puncak G. Agung dengan disertai oleh aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa disekitar G. Agung dan disusul oleh aliran lahar yang menewaskan setidaknya 1100 jiwa. G. Agung selesai bererupsi pada tanggal 27 Januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diameter 500 …
Pada awal hingga pertengahan bulan september 2017, aktivitas seismik mulai menunjukkan peningkatan secara progresif dengan pola linier. Oleh karena itu, pada 14 September 2017 pukul 14.00 Wita status gunung Agung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi level II (Waspada) dengan zona perkiraan bahaya ditetapkan dalam radius 3 km dari puncak gunung Agung.
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunungapi Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017, Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pa…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunung Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pada …
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunung Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pada …
Setelah erupsi terakhir tahun 1963-1964, gunungapi Agung kembali mengalami krisis kegempaan sejak Agustus 2017 dan akhirnya terjadi erupsi di bulan November 2017. Diawali dengan mulai terekamnya gempa-gempa vulkanik Dalam (VA) sejak 11 Agustus 2017, yang kemudian di ikuti oleh peningkatan gempa-gempa vulkanik dangkal (VB) sejak 24 Agustus 2017 dan gempa-gempa tektonik lokal (TL) sejak 26 Agustu…
Pada 12 Maret 1963, terjadi erupsi aktivitas G. Agung dengan skala VEI 5 dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km diatas puncak G. Agung dengan disertai oleh aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa disekitar G. Agung dan disusul oleh aliran lahar yang menewaskan setidaknya 1100 jiwa. G. Agung selesai bererupsi pada tanggal 27 januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diameter 500 …
Secara administratif G. Rinjani termasuk ke dalam wilayah kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunungapi Rinjani diamati secara visual dan instrumental (4 stasiun seismik) dari pos pengamatan gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Gunungapi adalah salah satu gunungapi Tipe A yang ada di Nusa Tenggara Barat, gunungapi lainnya ialah G. Rinjani dan G. Tambora. G. Sangeangapi adalah gunungapi tipe strato kompleks yang terbentuk di dalam kaldera Purba. Kaldera ini masih utuh di bagian utara dan timur dengan sisa di sebelah barat, barat daya (doro Monggo) dan sedikit di sebelah selatan menenggara (Doro Mantoi), secara keseluru…
Gunungapi sangeangapi adalah salah satu gunungapi Tipe A yang ada di Nusa Tenggara Barat, gunungapi lainnya ialah G. Rinjani dan G. Tambora. G. Sangeangapi adalah gunungapi tipe strato kompleks yang terbentuk di dalam kaldera purba. Kaldera ini masih utuh di bagian Utara dan Timur dengan sisa di sebelah Barat, barat daya (Doro Monggo) dan sedikit di sebelah selatan menenggara (doro Mantoi), sec…