Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Maksud penulisan laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi kegiatan vulkanik G.Kelut saat ini, selama perioda November 1992 s/d 10 Maret 1993. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkaniknya hingga saat ini (selama Desember 1992 s/d Maret 1993)
G. Kelut terletak dalam wilayah Kab. Kediri, Blitar, dan Malang. Sejak awal November 1989 terekam pada alat pemantau gempa adanya peningkatan kegempaan secara mencolok dan kegiatan vulkaniknya yang dicerminkan oleh peningkatan suhu air danau kawah.
Untuk mengetahui perkembangan keadaan tubuh gunungapi G. Kelut sehubungan dengan aktivitasnya Nopember 1989, telah diberangkatkan Tim Pengukuran Deformasi G. Kelut dengan menggunakan cara ungkit kering terhadap 8 titik ukur, levelling di lintasan terowongan, EDM dari Margomulyo terhadap Lirang I dan II yang lokasinya dipinggir bagian Barat bawah G. Kelut.
Pada dasarnya suatu letusan gunungapi disebabkan karena gangguan keseimbangan fisika dan kimia magma di bawah permukaan bumi. Setelah letusan berlangsung, keseimbangan yang baru akan tercapai kembali antara lain dengan terbentuknya sumbat lava dalam pipa kepundan.
Bertambah kecil volum air danau kawah G. Kelut, semakin terbatas pula penyebaran lahar letusan. Berdasarkan data di laporan, usaha pengurangan air danau kawah harus dilakukan secepat mungkin sebelum musim penghujan yang akan datang tiba.
Laporam ini disusun sehubungan rencana kerja proyek pengamatan/pengawasan dan pemetaan Gunung Api tahun anggaran 1989 - 1990, diantaranya pendataan informasi dan penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Papandayan, Gunung Kelut, Gunung Lamongan.
Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Pendataan penduduk di sekitar G.Kelut tidak dilakukan di seluruh Kecamatan, atau Desa yang tercantum dalam peta Daerah Bahaya G.Kelut, dipilih daerah yang dianggap rawan. Pendataan yang dilakukan dapat mempersempit batasan Daerah Bahaya 1 dan Daerah Bahaya 2 yang tercantum dalam Peta Daerah Bahaya G.Kelut.