Penyelidikan lapnagan dan pengumpulan contoh batuan terbatas terutama kepada lava G. Ciremai dimaksudkan untuk mengetahui paramter apa dalam olahan petrokimia batuan yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang mencari data .
Pemeriksaan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutama lava Gunungapi Sunda dan Gunungapi Tangkubanparahu dimaksudkan untuk mengetahui parameter apa dalam olahan petrokimia yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahay yang diakibatkan letusan gunungapi.
Penelitian geokimia panasbumi, dimana lokasi penelitian terletak kurang-lebih 1,5 km arah tenggara dari "Telaga Ngebel",termasuk Desa Talun, Kabupaten Ponorogo, Propinsi Jawa-Timur. terdapat dua daerah kenampakan panasbumi yang diperkirakan menarik untuk diteliti, yaitu daerah kenampakan panas bumi Pandusan dan daerah kenampakan panasbumi Talun
Pertumbuhan kubah lava setelah longsor pada bulan November 1980 membesar akibat dinding punggungan Gegerbuaya longsor pada Maret 1979 sehingga lapangan tempat kubah lava tumbuh menjadi lebih luas.
Dalam laporan sementara ini akan memuat seluruh kegiatan yang dilakukan sejak bulan Juli 1977 hingga bulan Juni 1980 di G. Merapi Jawa Tengah, yang akan meliputi pencontohan dan analisa kimia contoh batuan, air dan gas G. Merapi, dan melibatkan sejumlah 993 buah contoh.
Solfatara G. Wayang dalam banyak segi sangat ganjil. Di sini orang melihat banyak gejala alam menjadi satu, yang sesuai dengan yang dari solfatara lain di Jawa, di sini namun tampak lebih jelas dan lebih mudah dapat diamati.
Penyelidikan Geokimia/ Pengukuran Cospec di G. Galunggung, G. Tangkuban Parahu, G. Tampomas, dan G. Ciremai dilaksanakan pada tanggal 20 November - 4 Desember 1988.
Penyelidikan seismik G.Dieng - Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 14 Mei s/d 27 Juni 1990 sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun penyelidikan ini dilakukan oleh enam anggota Tim dengan No SPPD/0441/3405/90.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menetukan komposisi kimia gas yang dilepaskan dari lubang vulkanik kedua gunungapi tersebut, yang secara langsung atau tak langsung merupakan pencerminan dari kandungan unsur - unsur volatil yang dilepaskan magma.
Penyelidikan geokimia berdasarkan komposisi gas vulkanik yang dilepaskan dari vent vulkanik secara terus menerus diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan Gunung Merapi secara dini, sehingga tingkat kegiatan dapat diinformasikan kepada pemerintah terkait dan penduduk secara dini pula.