Sebagai penelitian lanjutan potensi batuan kaya kalium di sekitar Gunung Muria (Jawa Tengah), telah dilakukan penyelidikan dengan menerapkan cara geomagnet di beberapa lokasi yang dipandang cukup prospektip. Maksud daripada penelitian ini ialah untuk memperkirakan penyebarannya berdasarkan respons komponen vertikal geomagnet terhadap batuan di sekitarnya.
Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Pengukuran Landaian Suhu dan Penelitian Hantaran Panas Batuan dilakukan pada lubang Bor Gunung Cirempag, di daerah Konsensi Penambangan Mineral Logam P.T. Aneka Tambang di Bogor, bekerja sama dengan Proyek Survey Mineral Logam, Subdit Explorasi Direktorat Geologi, Bandung.
Dalam Agustus 1979 Peta Daerah Bahaya 0. Kelut (Reksowirogo, 1969) di- tinjau kembali sorta dilengkapi, Seperti lazim dilakukan, pekerjaan didasarken atas morfologi, topografi dan rivaynt letusan serta keru- sakan gunungapi tersobut sobagaimana teroatat dalam sejarah. Perubah- an keadaan lapangan disebabkan hasil pekerjaan 'Proyek Pengendalian Bahan-bahan Vulkanik' (Volcanio Debria Control Proj…
Laporan hasil pengukuran kubah lava yang tersisa setelah longsoran yang terjadi pada tanggal 21 sampai dengan akan dimulainya pengukuran (27 Agustus 1978)
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pen-dekatan. Penulis memberi istilah volum pendekatan disini, karena berdasarkan atas sifat pengukuran pengukurannya, antara lain s a. pengukuran puncak kubah lava baru dengan cara aanpeilingen" jarak jauh dari dua titik totap (titik pengamatan) G. Sasur dan Sumberbulus (PANDI. K., 1977). b. disesuaikan dengan seket dari potret ba…
Dilihat dari rata - ratanya ternyata kadar HC1 dari contoh gas tanggal 8 September 1974 dan tanggal 16 Februari 1975 dalam jangka waktu kira - kira 5 bulan, tidak jauh berbeda, yaitu masing - masing 4601 ppm dan 4506 ppm, walaupun keadaan suhu gas serta lokasinya jauh berbeda.
Dalam rangka penelitian dan dan pengawasan tingkat keaktipan gunungapi, khususnya penelitian dalam bidang geokimia, sesuai pula dengan rencana kerja penelitian gas ekshalasi G. Herapi di Jawe Tengah, seperti tercantum dalan laporan No. 76 g2/DV/14/15, mebuah team pada tanggal 29 April dan 30 April 1975 yang lalu, dus hari berturut-turut, telah mengadakan pendakian ke puncak G. Merapi di Jawa Te…
G. Lamongan adalah gunung api strato bersifat magmatis yang masih beristirahat sejak letusan terakhir yaitu tahun 1898. Jadi waktu istirahat sampai saat ini sudah 72 tahun. Letak gunungapi ini pada sumbu geantiklinal palsu jawa yang mengalami depresi
G. Lamongan adalah gunungapi bertipe A/magnatis (Bommelen 1941), jang terletak diketjamatan Klakah, Ka-bupaten Lumadjang dan mempunjai ketinggian 1651,4 atr. Disekitar gunung ini terdapat beberapa Ranu2 (Haar) ser-ta bukit2 lava (bocca). Soolah-olah merupakan gunung-api jang mempunjai banjak mata air (Kemmerling 1920, hal. 24). Sedjak tahun 1799 sampai dengan tahun 1898 ter-tjatat 38 kali letus…