Pada Oktober 1984 penulis mendapat tugas melakukan pengukuran suhu di G.Papandayan dan G.Guntur, bersama Sdr. Asep Sugiri dan Unu Hidayat, dengan SPPD No.2117/P/84. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui aktifitas solfatara ke dua gunungapi tersebut yang termasuk Daerah Tk II Kab. Garut.
G.Slamet (3432 m) yang terletak di antara Kabupaten Purwokerto, Purbalingga dan Pemalang, adalah gunungapi yang ter-tinggi di Jawa Tengah. Bentuk / topografi lereng sebelah timur timur laut keadaannya agak rata dan teratur. Pada lereng sebelah barat-barat laut keadaannya cukup terjal
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G.Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan,serta pengukuran suhu solfatara di G.Merapi.
Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Banyak cara yang sudah diketahui untuk menyelidiki kegiatan suatu gunungapi yang hingga saat ini ada beberapa diantaranya dilaksanakan oleh unit-unit kegiatan dilingkungan Direktorat Vulkanologi. Dari hasil penyelidikan-penyelidikan tersebut telah banyak terkumpul data, namun demikian hingga saat ini belum mampu dievaluasikan untuk kepentingan peramalan letusan gunungapi pada waktunya.
Pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan-kegiatan gunung -api pada waktu itu. Karena secara visual maupun fisik (suhu) gunungapi tersebut dapat diketahui perkembangan kegiatannya de ngan cara membandingkan dengan cara pemeriksaan sebe-lumnya.
Berdasarkan surat perintah No. 1203/P/80, penulis melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu G. Tangkubanparahu.
;Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas tgl.27 Pebruari 1980 No. 1604/P/80, No. 1603/P/1980, dan No. 1605/P/1980, penulis bersama Sdr. Subagiyo dan Sdr. Syahrazad Dahlan ditugaskan bekerja di G.Merapi. Penulis bersama Sdr. Subagiyo melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu G. Merapi, sedangkan Sdr. Syahrazad Dahlan ditugaskan menduga volume kubah lava G. Merapi tahun 1979 dibantu oleh Sdr. Seme…
Maksud pengukuran suhu danau kawah Kelut adalah untuk mengetahui penyebaran panas di danau secara keseluruhan (dimuka danau, di dasar danau dan di daerah batang tubuh), dan langkah berikutnya untuk menetapkan tempat-tempat pengukuran suhu di dasar danau untuk kemudian hari dilakukan secara teratur setiap bulan.