G. Kaba bertipe Strato merupakan gunungapi kembar dengan Hitam yang lebih tua dan telah padam. Kegiatan vulkanik G. Kaba tampak berupa kegiatan solfatara /fumarola aktip pada Kawah Kaba Lama, Kawah Kaba Baru dan- Padapuran/VOGELSANG yang muncul disekitar puncaknya. Gunungapi ini terletak pada posisi geografi 3º 31 Lintang Selatan dan 102° 37 Bujur Timur dalam Wilayah Kecamatan - Curup, Kabupa…
salah satu dengan Di Sumatra tersebar sembilan gunungapi aktif tipe A diantaranya adalah G. Marapi.ketinggian 2891 m dari permukaan lautGunungapi ini gunungapi paling aktif bila dibandingkan dengan gunungapi merupakan lainnya. Terletak di Wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar Propinsi Sumatra Barat pada posisi geografis 0° 22 47,72" Lintang Selatan dan 100° 28 16,71" Bujur Timur. D…
Pada Oktober 1986 penulis berkesempatan untuk melakukan penyelidikan seismik G. Krakatau dengan SPPD No. 1354/0441/3402/86.
Dalam rangka melaksanakan recana kerja Triwulan II, Tim Sumatera dan Jawa Bagian Barat berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Marapi, Sumatera pada Julis 1986 selama 15 hari dengan SPPD No. 589/P/1986.
G. Talang adalah salah satu gunungapi aktif di Sumatra Barat. Dalam sejarah kegiatannya yang diketahui belum pernah terjadi korban jiwa akibat letusannya. Kegiatan G. Talang diamati secara tetap dari Pos PGA Batu berjanjang, Lembang Jaya, Solok, dilengkapi dengan satu komponen seismograp elektromagnit.
G. Marapi adalah salah satu gunungapi aktif Indonesia di Sumatera Barat. Dalam sejarah kegiatan yang diketahui belum pernah terjadi korban jiwa akibat letusannya. G. Marapi diamati secara tetap dari Pos PGA Batu Palano dan Bukittinggi.
Pengamatan seismik di G. Anak Krakatau digunakan sistem pancar. Seismometer dan pemancar di pulau gunungapi itu mengirim- kan data ke pantai P. Jawa, ke Pos Pengamatan Gunungapi G. Anak Krakatau di Pasauran. Sistem tersebut digunakan mulai Agustus 1983. Tepat 100 tahun setelah letusan ka tastrofik yang sangat terkenal itu.
Berdasarkan SPPD. No. 582/P?79, tertanggal 24 September 1979 dan SPPD. No. 583/P/79 untuk Sdr. Bustamam yang berkedudukan di Bukittinggi Sumatra Barat bersama - bersama ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan G. Marapi yang baru - baru ini mengadakan letuasan abu, yaiut pada tanggal 11 dan 24 Seotember 1979.
Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang dilakukan secara tetap dari Pos Pengamatan di Pasauran hanya pengamatan visual. Yang diamati adalah kegiatan di Kawah berupa kegiatan solfatara dan fumarola dan letusan. Sedangkan pemeriksaan kawah dan pengamatan seismik dilakukan secara berkala.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.