Gunungapi Gamalama terletak di Pulau Ternate yang merupakan pulau gunungapi aktif tipe A dengan puncak tertinggi mencapai 1715 m di atas permukaan laut dan 1690 m di atas Kota Ternate. Selama sejarah kegiatannya sejak abad 16, gunungapi ini sangat rajin meletus dengan interval terpendek 1 tahun dan terpanjang 50 tahun. Letusan dimulai pada tahun 1538 dengan letusan yang berpusat di kawah puncak…
Selama pelawatan Sdr. S.Hamidi da penulis karangan ini dalam bulan Januari-Maret 1969 ke Maluku utara memenuhi permintaan Bupatinja untuk menindjau G.Kie Besi dipulau Makian, para petugaspun telah diminta untuk melakukan pernindjauan ke G.Gamkonora di Halmahera.
Mengulangi pendakian 10 September, pada 31 Oktober hal yang sama dilakukan kembali untuk melihat perubahan yang mungkin telah terjadi. Frekwensi gempabumi vulkanik masih berfluktuasi, tapi sudah menuju pada posisi menurun. Gempabumi tektonik cendeung meningkat terutama minggu terakhir Oktober setelah terjadi gempa dengan magnituda 3.
G.Kie Besi adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang telah lama tidak menunjukkan kegiatannya. Gunungapi ini terakhir menunjukkan kegiatannya pada tahun 1890. Sampai dengan November 1985, secara visual belum tampak adanya perubahan - perubahan yang menjurus pada kegiatan vulkanik.
Gempa bumi memancarkan gelombang seismik dari sumber gempa hingga diterima di stasiun pencatat gempa. Dalam penjalarannya, gelombang seismik melewati medium penjalaran yang memiliki karakteristik berbeda-beda.
G. Kie Besi di P. Makian terletak di sebelah Barat Daya P. Halmahera pada posisi 0° 19' Lintang Utara, 127°24' Bujur Timur termasuk salah satu Gunungapi strato dengan tinggi di atas permukaan laut 1357 m. Demikian pula G. Gamalama yang terletak di P.Ternate, pada posisi 0°48' Lintang Utara, 127°18,5' Bujur Timur, termasuk Gunungapi tipe strato dengan ketinggian 1725m di atas permukaan laut.
Dalam pemeriksaan ini Gunungapi-gunungapi yang diperiksa kegiatannya adalah G.Dukono, G.Gamkonora keduanya terletak di Pulau Halmahera dan G.Tangkoko di Sulawesi. Pemeriksaan ini dilakukan dari tanggal 18 April -12 Mei 1984, dengan peralatan yang digunakan adalah thermoneter maks 200 ° dan peta Top masing-masing kawah. Hasil dari pemeriksaan ini selain untuk data juga sebagai bahan perbandinga…
Untuk menentukan sensitivitas tranduser dapat dilakukan dengan berbagai metoda, diantaranya, DC Method, AC Method, Weight Method, Test Coil Method, Tilt Method, Condencer Method dan Damping Constant Method. Meskipun demikian, dalam menentukan sensitivitas tranduser Horizontal dan Vertikal yang berada di Pos Pengamatan Gunungapi Rendang dan Budakeling diterapkan metoda damping constant.
Dalam rangka kunjungan kerja MENKO KESRA dan MENDAGRI ke daerah pengungsian akibat bencana letusan G. Colo dan G. Gamalama, penuli di tunjuk mewakili Bapak Direktur Jenderal Pertambangan Umum (Anggota Badan Kordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam)