G. Tangkoko atau nama lainnya Tonkoko adalah gunungapi yang tergolong aktif bertipe strato, dengan ketinggian 1149 meter diatas muka laut (dml). Gunungapi ini sudah beristirahat selama 125 tahun. Pertama kali diamati secara rutin dari Pos PGA dalamtahun 1985, dan penyempurnaan peralatan seismograf pada 17 April 2002. Tida pernah teramati gejala perubahan kegiatan. Pada September 2002, gunungapi…
Dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Lokon dan G. Mahawu atu dari Tomohon, secara fisik G. Mahawu nampak seperti perahu yang tertelungkup, mirip dengan G. Tangkubanparahu di Jawa Barat, memanjang dari utara ke selatan. Terletak berdampingan dengan G. Lokon, sehingga populer dengan sebutan Lokon - Mahawu. Lembang yang terbentuk antara keduanya merupakan jalan raya Tomohon yang menghubungkan antara T…
Daerah yang berpotensi untuk wisata adalah tempat-tempat yang menarik dan indah pemandangannya, berupa tempat-tempat hasil dan jejak dari aktifitas vulkanik, seperti kawah kawah, kerucut-kerucut vulkanik, mata air panas, air terjun, lembah-lembah yang terjal yang menarik perhatian dan daerah-daerah yang indah yang mempunyai kenampakan mempesona, termasuk vegetasi yang tumbuh di dalamnya.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tahun anggaran 2015 bidang penyelidikan dan pengamatan gunungapi, dengan cara melakukan pemetaan geologi komplek kawah Sarongsong dan sekitarnya di kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
Indonesia dengan 127 gunungapi merupakan negara dengan potensi bencana letusan gunungapi yang cukup tinggi. Resiko terjadinya korban jiwa dan kerusakan harta benda merupakan akibat langsung dari banyaknya gunungapi yang berbahaya tersebut. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya.
Gunungapi Awu adalah gunungapi tipe strato yang terletak di wilayah P. Sangir Besar, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dengan ketinggian 1320 m diatas muka laut. Berdasarkan catatan sejarah yang diketahui dari tahun 1640 sampai dengan 1966, sekurang kurangnya 12 kali letusan, 5 kali diantaranya menelan korban serta kerugian yang cukup besar.
G. Lokon merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Gunung api ini mempunyai frekuensi letusan yang sering bahkan hampir terjadi setiap tahun. Lontaran material letusan umumnya mengarah kesebelah timur dan tenggara, seperti yang tercatat dalam sejarah kegiatan vulkaniknya, yaitu mengarah ke daerah Kinilow, Kakaskasen, Tinoor dan sekitaranya, termasu…
Tidak sulit apabila hendak mengunjungi G. Lokon. Apabila Anda berada di Kota Nyiur Melambai, Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, setiap orang dengan mudah memberikan keterangan bagaimana dan dengan apa mencapainya. Betapa tida G. Lokon bediri megah di tepi jalan raya yang menghubungkan antara Manado dengan kota-kota kabupaten di daratan Sulawesi Utara bagian Selatan. G. Lokon berada dalam…
G. Lokon yang terdiri dari Puncak Lokon dan G. Empung merupakan gunung api aktif yang letusannya telah dikenal sebagai eksplosif. Frekuensi letusannya menunjukan peningkatan terhadap selang waktu terjadinya letusan. Hal ini dapat dilihat dari sejarahnya dimana sebelum th.1800 mempunyai selang waktu letusan yang sangat lama (400th), meningkat 2 kali terjadi letusan dalam kurun watu 100 tahun kem…
Kegiatan G. Lokon mempunyai frekuensi letusan yang termasuk sering, yaitu kejadian letusannya dapat mencapai 2 hingga 3 tahun, bahkan nyaris terjadi setiap tahun, demikian menurut catatan sejarah kegiatan G. Lokon terdahulu. G. Lokon terletak di kawasan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan bagian dari kumpulan gunung api aktif yang berada di sepanjang jalur gunung api Sulawesi Utara da…