Penulis ditugaskan oleh Proyek Penyelidikan Pengamatan gunungapi Direktorat Vulkanologi untuk mengadakan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara kawah Ekoma G. Tangkuban Parahu dengan SPPD. No.1505/P/84
This report outlines the preliminary account of Mt. Galunggung eruption that took place beginning of April 1982 and continued for several months. After almost 64 years of quiesence Mt Galunggung, located some 350 km souhteast of Jakarta, suddenly erupted at dawn of April 5, 1982. The explosion, heralded by bright glows and lightnings, awakened some 200,000 people living close to the volca-no. A…
G. Bromo yang tingginya 2329 m, terletak di desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, Jawa Timur pada posisi geografi-7°56,5 Lintang selatan dan 112°, 57 Bujur timur adalah suatu gunungapi aktif. Gunungapi ini berada di daratan "laut pasir dengan jari-jari lk. 4 km yang terletak di dalam Kaldera Tengger yang berukuran Barat-Timur lk. 10 km dan Utara-Selatan 1k. 9 km. Gunungapi tersebut m…
Setelah letusan G. Galunggung 5 April 1982 berkesinambungan sampai pertengahan Mei 1982, maka timbul suatu gagasan untuk memonitor tingkah laku kegiatan gunungapi ini lebuh intensif lagi dengan mengerahkan segala potensi yang ada pada Direktorat Vulkanologi
Pemeriksaan laharan di sungai-sungai lereng timur, tenggara dan selatan G. Semeru. Maksud pemeriksaan/survei lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir lahar di sungai - sungai tersebut di atas dalam musim hujan mendatang.
Mengingat musim hujan 1983-1984 sudah mulai tiba, maka beberapa gunugapi yang dianggap rawan memerlukan perhatian khusus, maka para petugas dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya diberangkatkan untuk melihat perkembangan lahar selanjutnya, oleh karena sudah sejak 1981 G. Semeru ini ditinggalkan.
Surat Keputusan Gubernutr Kepala Daerah Tk.I Jawa-Barat tgl 3 Nopember-82 Nomor 360/SK-16 12-Binsos/1982 tentang penugasan Piket di Poskogab PBA Galunggung di Kab dt.II Garut
Letusan G. Galunggung dapat mengakibatkan bahaya primer yakni bahaya langsung pada waktu letusan terjadi dan bahaya sekunder yakni bahaya sebagai akibat setelah letusan.
Dalam tahun anggaran 1982/1983, Seksi Penginderaan Jauh Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, akan melaksanakan pengecekan data geologi Gunung Salak, Jawa Barat berdasarkan tafsiran cira landsat dan potret udara.