Menurut SPPD No.1149 s/d 1153/0441/3402/1992, dari tanggal 2 s/d 16 Desember dilakukan pengukuran cara ungnkit kering G.Tangkuban Parahu, pengukuran konstante di St. Bunderan, pembuatan pelindung Bensmark di St. Kawah Ratu dan pembuatan sebuah Bensmark tambahan di St. Bunderan
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Sesuai dengan rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1992/1993, Seksi Pengukuran Topografi dan Deformasi telah menugaskan tim deformasi ke Gunung Guntur dan Gunung Ciremai Jawa Barat selama 14 hari (tanggal 17 - 30 Desember 1992) untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (drytilt) di sejumlah titik lokasi kedua gunung tersebut.
Pengukuran SP tahap I di G.Gede dilakukan pada bulan Juli s/d bulan Agustus 1992, sehubungan dengan program proyek Sub Dit Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada anggaran tahun 1992/1193.
Penyelidikan magnet di daerah G.Gede bertujuan untuk menyingkap struktur, variasi batuan yang ada, akan menimbulkan suatu anomali. Hasil penyelidikan ini merupakan data dasar bagi G.Gede yang sangat penting bagi penyelidikan di bidang ilmu lain yang terkait.
Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Gunung Gede - Gunung Pangrango, sedangkan titik acuannya (BASE) terletak didepan kantor PGA Gunung Gede.
Balise Seismologik CEIS ESPACE adalah alat yang dapat menditeksi, mengklasifikasi, memorisasi, dan mentransmisikan gejala - gelaja seismik. Alat ini berasal dari Perancis, sebanyak 4 set dan sekarang berada di Sub. Dit Analisa Gunungapi.
Seksi Petrokimia dan Gas pada bulan Agustus 1992 melakukan penyelidikan tentang situasi kawah, analisa gas, analisa air, serta sampling batuan puncak. Hasil penyelidikan ini dapat dijadikan data dasar serta membantu dalam upaya pemantauan G.Gede. Pendakian ke puncak G.Gede bisa dilakukan dari beberapa arah. Sedangkan pendakian yang dilakukan pada penyelidikan ini melalui route G.Putri-G.Sela-Ka…
Dalam menghadapi musim penghujan yang mungkin bisa memicu sistem yang telah seimbang pada gunung Merapi khususnya kegiatan fase banyak yang terus meningkat, maka pada bulan Juli, diadakan perbaikan, perawatan serta kalibrasi untuk peralatan seismik dan magnetik, sehingga bila terjadi krisis maka peralatan diperkirakan masih dalam kondisi baik.
Penyelidikan dan pemantauan geokimia di G.Merapi meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas, kondensat, sublimat, aerasol, batuan/lava dan pengukuran temperatur di solfatar - solfatar puncak Merapi.