Gunungapi Lamongan dipantau secara terus menerus, baik secara visual dan seismik oleh Seksi Pengamatan Gunungapi Jawa Timur dan Bali dari Pos Pengamatan Gunungapi di G.Meja. Pemantauan dengan metoda "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1988 oleh Seksi Pemetaan Topografi dan Pengkuran Deformasi, dan pengamatan tersebut dilakukan paling sedikitnya sekali dalam setahun.
Terhitung dari tanggal 27 Juni sampai dengan Juli 1992 telah diukur enam stasiun deformasi disekitar G.Gede masing-masing satu kali, kecuali stasiun deformasi Taman Cibodas diukur 2 kali. Keenam stasiun yang telah diukur tersebut ialah : St. Taman Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati, dan St. Situgunung.
Pemasangan pilar dan pengukuran deformasi metoda ungkit kering dilakukan sejak mulai bulan Maret 1989. Dari hasil pengukuran Mei 1992 dibandingkan Juli 1991 dari stasiun deformasi yang jaraknya lebih dekat puncak menunjukan perubahan yang tidak berarti/relatif kecil.
Pengukuran deformasi cara ungkit kering (tilting) di sekitar G. T. Parahu untuk memperoleh data pengukuran deformasi, sejak tahun 1986 tidak dilakukan pengukuran dan keadaan aktivitasnya relatif menurun, sedangkan pada permulaan tahun 1992 jumlah gempa vulkaniknnya mulai meningkat, sehingga pada bulan Mei 1992 mulai dilakukan pengukuran deformasi kembali G. Tangkubanparahu, disertakan pengukura…
G.Tangkubanperahu dan G.Gede adalah gunungapi aktif type A di Jawa Barat, yang dipantau terus menerus secara visual dan seismik dari masing - masing Pos pengamatan gunung tersebut. Pemantauan dengan metode "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1981 di G.Tangkubanperahu dan sejak tahun 1991 di G.Gede. Periode pemantauan tidak menentu dan tergantung dari jumlah anggaran proyek yang tersedia sert…
Pengukuran ungkit kering (dry tilting) di Gunung Cireme dimaksudkan untuk memperoleh data guna menunjang disiplin ilmu lain untuk mengetahui tingkat kegiatan gunung api tersebut.
Menurut SPPD No.1149 s/d 1153/0441/3402/1992, dari tanggal 2 s/d 16 Desember dilakukan pengukuran cara ungnkit kering G.Tangkuban Parahu, pengukuran konstante di St. Bunderan, pembuatan pelindung Bensmark di St. Kawah Ratu dan pembuatan sebuah Bensmark tambahan di St. Bunderan
Pada tanggal 31 Januari 1992 dilakukan pengamatan di puncak G. Merapi yang pada saat itu volume kubah lava diperkirakan sudah mencapai sekitar 2 juta meter kubik. Hingga bulan Juli 1992 kubah lava masih menunjukkan pertumbuhannya. Oleh sebab itu perlu segera dilakukan pengukuran volume kubah lava. Data volume kubah lava ini sangat penting dari segi ilmiah menyangkut kecepatan pertumbuhannya dan…
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
Pengukuran deformasi yang dilakukan oleh kelompok kerja deformasi dari Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta, adalah pengukuran jaringan titik - titik di puncak, pengukuran perubahan morfologi kubah lava, menghitung volume kubah lava, pengamatan rekahan di puncak lava 1956, pengukuran pergeseran horisontal pada lereng selatan dan kubah lava, pengambilan contoh gas di Kawah Gendol d…