Ada beberapa aspek yang dibuat dalam pembuatan dokumentasi gunungapi antara lain yang menyangkut aspek vulkanologi, sosial, dan ekonomi yang berada disekeliling tubuh gunungapi tersebut.
Untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Lamongan yang sehari - harinya dapat dimonitor yaitu dengan pengamatan visual dan kegempaan yang dapat dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di G. Meja. Selain pengamatan rutin yang dilakukan setiap hari pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu ranu -ranu di sekitar G. Lamongan dilakukan secara temporer.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, oleh Staf Pengamatan Seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita VI tahun Anggaran 1997/1998 adalah melakukan penyelidikan/pengamatan visual dan kegempaan Gunungapi Lamongan.
Penyuluhan G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 1993 di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebelumnya penyuluhan G.Lamongan telah dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1992 di Klakah Kabupaten Lumajang.
Gunungapi Lamongan dipantau secara terus menerus, baik secara visual dan seismik oleh Seksi Pengamatan Gunungapi Jawa Timur dan Bali dari Pos Pengamatan Gunungapi di G.Meja. Pemantauan dengan metoda "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1988 oleh Seksi Pemetaan Topografi dan Pengkuran Deformasi, dan pengamatan tersebut dilakukan paling sedikitnya sekali dalam setahun.
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Penyuluhan Vulkanologi mengenai G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 1992. Sasaran Penyuluhan adalah Aparat Pemerintah dan penduduk di wilayah Kawedanaan Klakah, Kab. Lumajang. Tempat pelaksanaannya di Ruangan Hotel Wisata Ranu Klakah.
Minggu kedua Desember 1991 terjadi lonjakan jumlah gempa tektonik lokal, yaitu mencapai 172 kejadian, kemudian untuk memantau pengaruh tersebut terhadap kegiatan vulkanik G.Lamongan, serta kemungkinan pembentukan rekahan seperti pernah terjadi sebelumnya, maka perlu dilakukan pemantauan seismik lebih intensif dan peninjauan lapangan.
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
G.Lamongan (+1651 m) yang mempunyai dua puncak, Lamongan dan Tarub, terletak di dalam wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo, Jawa Timur. Merupakan sebuah gunugapi kecil yang diapit oleh dua gunungapi raksasa, Kaldera Tengger di sebelah barat dan Kompleks G.Iyang Argopuro di sebelah timur.