Kegiatan penyelidikan di lakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah terjadinya letusan G. Merapi 14 Juni 2006. Seperti telah diketahui, berbagai penyelidikan telah dilakukan sebelum, saat dan sesudah peningkatan aktivitas G. Merapi tersebut. Kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan antara lain dari aspek geologi dan geokimia.
Gunung Kelut merupakan Gunungapi strato yang letusannya bersifat freto magmati dan selalu eksplosif. Pada sektor Resen yang terbuka ke arah barat, terletak sebuah danau kawah kurang lebih (1200 m dpl) yang merupakan kawah aktif saat ini. Fumarol/solfatar melepaskan berbagai jenis gas. Adanya kenaikan tingkat kegiatan gunungapi akan mengakibatkan aktifitas degassing magma lebih tinggi.
Gunung Tangkubanparahu merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strato yang terletak di utara Kota Bandung, Jawa Barat, dengan ketinggian 2084 meter diatas muka laut, atau sekitar 1300 meter diatas dataran tinggi Bandung. Pengamat terhadap aktifitas gunung ini dilakukan dengan melibatkan berbagai metoda seperti geokimia dan geofisika.
Menurut klasifikasi Gill (1981), batuan komplek G. Semer - Jambangan berkomposisi basalt, andesit basa, andesit asam dan dasit dengan kadar K-sedang. Batuan lava umumnya bertekstur porfiritik terdiri dari plagioklas, piroksen, kurag lebih olivin, kurang lebih amfibol, mineralopak, gelas vulkanik, kurang lebih olivin. Dari data petrografi dan geokimia menunjukkan batuan komplek gunungapi Semeru …
Gunung Kelud merupakan gunung api aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmati. Dalam catatan sejarah, G. Kelud pernah meletus beberapa kali. Dampak dari letusan tersebut seringkali mengakibatkan kerugian harta benda bahkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Letusan 1586 merupakan letusan yang paling banyak menimbulkan korban jiwa yaitu sebanyak 10.000 orang menin…