Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.
Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Gunung Gede - Gunung Pangrango, sedangkan titik acuannya (BASE) terletak didepan kantor PGA Gunung Gede.
Seksi Petrokimia dan Gas pada bulan Agustus 1992 melakukan penyelidikan tentang situasi kawah, analisa gas, analisa air, serta sampling batuan puncak. Hasil penyelidikan ini dapat dijadikan data dasar serta membantu dalam upaya pemantauan G.Gede. Pendakian ke puncak G.Gede bisa dilakukan dari beberapa arah. Sedangkan pendakian yang dilakukan pada penyelidikan ini melalui route G.Putri-G.Sela-Ka…
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1991/1992, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi - Bandung telah menugaskan seorang personil, yaitu Ir. Kastiman Sitorus MSc. dengan SPPD No. 708/0441/3402/92 untuk melaksanakan pengumpulan data hasil pengamatan kegempaan, evaluasi dan kesebandingan terhadap data sebelumnya atau dengan data geologi lainnya, kemudian menentukan status perke…
Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksana Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbummi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di G.Guntur (Jawa Barat) seperti penyelidikan Geomagnit Seismik dan Gaya berat.
Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan Metoda Lapangan Gunungapi di G.Kelut (Jawa Timur) seperti penyelidikan Geofisika (Potensial Diri), Geokimia Air, Petrokimia dan Seismik & Visual.
Skripsi utama ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan sendiri dari tanggal 24 Agustus s/d 19 Oktober 1964. Skirpsi mana harus dibuat dalam semester ke VI, kurikulum akademi geologi dan pertambangan, dan merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian terakhir pada akademi geologi dan pertambangan di Bandung.
Kawah Ijen (2386 m), terletak pada 8°03′30 Lintang Selatan dan 114°14 30 Bujur Timur, termasuk dalam wilayah kabupaten Banyuwangi dan kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Gb. 1). Penelitian dan pengamatan Kawah Ijen sampai Januari 1988 masih terus dilakukan, terdiri dari pengamatan kegempaan yang ditunjang dengan pengamatan visual, pengukuran suhu air danau kawah dan solfatara.
Penyelidikan geokimia 0. Papandayan telah dikerjakan pada 15 Juli sampai dengan 29 Juli 1919, selama 15 hari, berdasarkan SPPD No.438/0441/3405/89dari Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi.
Gunung Ambang dengan ketinggian 1795 dari permukaan laut, merupakan salah satu gunung api aktif di Minahasa. G. Ambang terletak di kecamatan Modayak dan Modoinding, Daerah Tingkat II Bolaangmongondow Provinsi Sulawesi Utara dengan posisi 0°44'30" Lintang Utara dan 124°24'30" Bujur Timur (gambar1).