Pengamatan visual G.Lamongan dikerjakan setiap saat dan menggunakan alat sebuah teropong. Ukuran suhu udara menggunakan termometer, pengukur air hujan adalah gelas pengukur air hujan, dan petunjuk arah angin pengamatan langsung. Termometer, tabung air dan arah angin dibaca/dicatat tiap pkl 06.00, 12.00 dan 18.00.
Pengamatan visual terhadap gunung Kw.Ijen pada waktu pagi hari tampak jelas dan sore hingga malam hari sering tertutup kabut 0-II sampai 0-III.
Pengamatan visual di G.Dieng dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas dikumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunung api.
Menurut Surat Perjalanan Dinas No. 213/P/1984 tertanggal 23 April 1984, penulis ditugaskan melakukan pengamatan visual kegiatan Gunung Semeru selama 25 hari, berangkat dari Bandung pada 26 April 1984, sekaligus memeriksa Besuk Kobokan dan beberapa sungai sekitarnya untuk menilai potensi penyelewengan atau peluapan banjir lahar saat hujan. Pengamatan akhir April hingga pertengahan Mei 1984 menun…
Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan yang terletak di bagian selatan Kw. Ratu. Dari Pos yang dapat dilakukan hanya mengamati kegiaran Kw. Baru, sedangkan kawah - kawah lainnya tidak dapat.
Pegunungan gunung Dieng terdiri dari dua buah gunungapi Strato tipe A yaitu Butak Petarangan (Timbang) dan G. Prau. Keduanya termasuk dalam komplek pegunungan Dieng. Komplek tersebut meliputi tiga wilayah Kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara dan Pekalongan.
Pada bulan Juni 1990 dilakukan pengamatan visual di sekitar kawah G.Slamet, pengamatan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan membuktikan apakah ada hubungan antara rekaman gempa dengan kegiatan di sekitar kawah, yaitu dengan melakukan pendakian ke puncak G.Slamet.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
G. Sangeangapi adalah salah satu Gunungapi aktip berbentuk strato yang mempunyai kawah, dengan tinggi + 1949 meter di atas permukaan laut. Sesuai dengan SPPD dari Bandung atas nama : sdr.M.Endang Ilyas, sdr.H.Abdul Wahab dan sdr. Wayan Nongos Tapayasa, maka pada tanggal 29 Mei 1985 dilakukan pemeriksaan kawah/pengamatan visual langsung ke puncak/ke kawah Gunung Sangeangapi. Adapun maksud dan tu…
Jumlah gempa vulkanik dangkal G.Slamet terus meningkat sejak tanggal 17 Januari hingga Maret 1991, kemudian disusul oleh peningkatan jumlah gempa permukaan.