Dalam 25 Juni saya dengan SPPD n 760/P/81 dan A. D. Wirasaputra pensurvai dari seksi pemetaan topografi dengan SPPD m 759/P/81 ditugaskan ke Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan sekitar G. Sumbing, serta daerah bahaya G. Sumbing, pembuatan penampang melintang dan memanjang dari sungai sekitar G. Sumbing.
Maksud dan tujuan tulisan ini adalah merupakan laporan kegiatan gunung marapi selama satu bulan Mei 1980. Agam dan tanah datar. Sebagaimana tekah diketahui bhawa G. Marapi ini menunjukan peningkatan kegiatannya sejak tahun 1970 sampai kini.
Berdasarkan SPPD. No. 582/P?79, tertanggal 24 September 1979 dan SPPD. No. 583/P/79 untuk Sdr. Bustamam yang berkedudukan di Bukittinggi Sumatra Barat bersama - bersama ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan G. Marapi yang baru - baru ini mengadakan letuasan abu, yaiut pada tanggal 11 dan 24 Seotember 1979.
Sehubungan dengan giatnya kembali G. Krakatau sejak akhir Desember 1927, oleh 'Penelitian Gunungapi' di P. Panjang dari Kepulauan Krakatau, mulai Januari 1928 didirikan pos pengamatan sederhana, yang ditempati oleh orang Eropa dan 2 orang pribumi.
Laporan ini disusun dari hasil penyelidikan geologi dengan metode pemetaan geologi teliti sekitar daerah panasbumi Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar - Daerah Istimewa Aceh.
Pada umumnya letusan bersiaft esploisf, berupa letusan gas atau asap, yang menyemburkan abu, pasir, lapilli kadang - kadang dengan pelontaran bongkah batuan (bom vulkanik). Letusan membawa lelehan lava terjadi antara th 1888 hingga 1919.
Bersamaan ini kami beritahukan, sesuai dengan laporan lisan yang disampaikan kepad kami oleh petugas Pos Pengawasan Gunungapi G. Marapi di Kota Baru (sdr. Amrizal) tanggal 1 - 18 Agustus 1978.
Dengan surat perintah Dinas No. 1588/S/78, tertanggal 17 Juli 1978, Sdr. Rochanan dan penulis ditugaskan oleh Kepala Sub Direktorat Vulkanologi untuk melakukan penelitian/pemotretan yang dilengkapo dokumentari film tata warna 88 m. Tugas tersebut dikerjakan sehubungan dengan kegiatan G. Anak Krakatu yang akhir - akhir ini sangat menggelisahkan penduduk disekitarnya.
Surat perintah No. 3670/S/1976 tertanggal 30 Desember 1976 menitik beratkan untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan Anak Krakatau atau Gunung Sunter (Kusumadinata 1973).
Berdasarkan radiogram dari Gubernur KDH Tk I Banda Aceh nomor 546.1/6783 tanggal 12 Maret 1979 dan permintaan tertulis dari Gubernur KDH Inti mewa Aceh, tanggal dan nomor sama seperti tersebut di atas. Isinya menyatakan bahwa sebuah gunungapi yang terletak disebelah Timur Kecamatan Geumpang, pada tanggal 9 Februari 1979 jam 16.00, menyemburkan abu, mengeluarkan asap dan terjadi letusan kecil.