Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…
Gunung Raung (+3332 m) merupakan gunung api aktif bertipe strato dengan kaldera yang terletak di daerah Besuki Jawa Timur. Kegiatan Gunung Raung yang diketahui hanya berupa letusan kecil dan hembusan asap, kadang - kadang disertai hujan abu tipis yang jatuh disekitar gunung api tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat kegiatan Gunung Raung, maka diperlukan pengamatan visual dan seismik.
Di Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing dilakukan pemasangan seismograf RTS jenis MEQ - 800 di Komplek Pengunungan Dieng, Sebelum ini, seismograf di daerah Pengunungan Dieng menggunakan sistem kabel dan sering mengalami gangguan cuaca dan akibat putusnya kabel, sehingga kesinambungan perekaman gempa sangat terganggu. Oleh karena itu, pada tanggal 13 Juni 1990 dilakukan pemasangan seismograf dengan…
Untuk lebih mengenal perubahan tingkah laku kegiatan Gunung Semeru perlu dilakukan pengumpulan informasi yang sesuai dengan rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991. Sejak 7 Agustus sampai 25 Agustus 1990 telah ditugaskan 4 orang personil dari Bandung dipimpin oleh Ir. Kastiman Sitorus MSc dengan SPPD no. 790/0441/3402/90, untuk melaksanakan pengamatan visual dan seismik.
Berdasarkan informasi geologi di sekitar puncak Gunung Raung menunjukkan bahwa pernah terjadi letusan yang cukup dahsyat, dicerminkan oleh endapan piroklastika yang menyelimuti di sekitar lereng atas.
Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Anggaran 1990/1991 penulis dengan SPPD No. 338/0441/3402/1990 ditugaskan untuk melakukan pengamatan seismik dan pemeriksaan Kawah Gunung Ciremai.
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Sesuai rencana kerja dalam tahun anggaran 1990/1991 Seksi Pengamatan Gunungapi wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Vulkanologi-Bandung, Pimpro menugaskan penulis dengan SPPD no. 977/0441/3402 untuk melaksanakan pengumpulan data pengamatan kegiatan Gunung Lamongan. Data tersebut meliputi hasil pengamatan visual dan kegempaan.
Sebagai tindak lanjut dari pencarian lokasi titik ukur ungkit kering terdahulu (lap.No.11/DV91), telah dilaksanakan pemasangan bensmark sebanyak 6 buah di lokasi sekitar Gunung Gede yang masing - masing terdiri dari 3 titik ukur ungkit kering oleh penulis bersama tim dalam bulan September 1990 dengan SPPD No. 998 s/d No. 1005/3402/1990.
Dengan SPPD No. 491/0441/3402/1990, Sdr. Sobana, Sdr.Kosim Al Sukar dan penulis dengan menggunakan kendaraan dinas No.Pol.D3511W ditugaskan ke Gunung Guntur untuk pemasangan tugu - tugu ungkit kering baru dibagian utara Gunung Guntur sebanyak 3 buah pada ketinggian 950 meter diatas permukaan laut.