Penulis ditugaskan oleh Proyek Penyelidikan Pengamatan gunungapi Direktorat Vulkanologi untuk mengadakan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara kawah Ekoma G. Tangkuban Parahu dengan SPPD. No.1505/P/84
Pemeriksaan laharan di sungai-sungai lereng timur, tenggara dan selatan G. Semeru. Maksud pemeriksaan/survei lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir lahar di sungai - sungai tersebut di atas dalam musim hujan mendatang.
Mengingat musim hujan 1983-1984 sudah mulai tiba, maka beberapa gunugapi yang dianggap rawan memerlukan perhatian khusus, maka para petugas dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya diberangkatkan untuk melihat perkembangan lahar selanjutnya, oleh karena sudah sejak 1981 G. Semeru ini ditinggalkan.
Laporan Pendahuluan Tentang Ancaman Lahar Dingin G. Galunggung ini disusun untuk memenuhi perintah kerja dari Bapak Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan yang mulai menghubungi PENAS tentang hal tersebuut pada tanggal 3 Agustus 1982.
Oleh Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi kami diminta untuk memperbaiki dan menyetel pesawat Wiechert horizontal, Massa 200kg yang ada di Pos Plawangan dan menempatkan kembali di tempat pesawat gempa yang lama.
Dengan maksud untuk mengetahui untuk mengetahui adanya perubahan akibat kegiatan Gunung Slamet pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya, perlu dilakukan pendakian ke puncak G. Slamet belum diamati secara tahap sehingga dengan adanya pemeriksaan secara periodik dapat diikuti perkembangan kegiatannya.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tanggal 23 Mei 1980 Nomor 150/P/80, kami bersama Sdr. Toha ditugaskan ke puncak Gunung Raung.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Dataran tinggi Dieng yang diangap sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai kumpulan gunugapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi.