Disekitar G.Merapi telah dipasang 8 (delapan) petak dan jalur lokasi -lokasi Benchmark masing - masing : di Selo, Krinjing, Babadan, Plangan, Maron, Ngrancah, Sidorejo (Deles) dan Gumuk Petung.
Pada 29 November 1981 terjadi longsoran kubah lava, bukan suatu erupsi magma, tanpa memberikan tanda - tanda sebelum kejadian yang diketahui. Lebih kurang 1, 15 juta meter kubik endapan awan panas guguran tersebar di lereng barat dan baratdaya, kira - kira 250.000 meter kubik guguran tertampung di lembah hulu K. Batang.
G.Merapi terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta-Daerah Tingkat II Magelang dan Boyolali dan Klaten. Jaraknya dengan kota Yogyakarta, Magelang dan Boyolali masing - masing 30, 26 1/2 dan 17 1/2 km. Para pendaki umumnya naik dari arah utara yang lebih mudah dibandingkan dengan dari selatan.
Pengamatan ke puncak G. Merapi selama ini bannyak cerah, asap solfatara woro Gondol, dan ladang yang lain berasap putih pan kalang-kadang total, w kananya gas berhealus agak kuat, berhemtxın lebih kurang max 750 meter di atas pancak
Dengan Surat Perintah No. 2722/P/1981 penulis ditugaskan melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi, untuk menduga volumnya. Penggunaan istilah pendugaan disini karena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di puncak yang bukan merupakan titik tetap.
Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini ser ta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan to lah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini, penulis ber-sama dengan empat orang pengamat dari G. Merapi ditugaskan un-tuk melakukan pemeriksaan. Bersama dengan dua orang Pengamat dari G. Merapi melakukan me…
Dengan dipasangnya patok di lobang-lobang solfatara oleh pe-meriksa yang lebih dahulu yang seluruhnya berjumlah 21 buah mempermudah dan memperlancar pekerjaan kami. Karena dengan ada-nya patok tersebut kita dapat langsung mengetahui adanya peru-bahan suhu di tiap lobang dibanding dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Sigi kelandaion lereng sekitar G. Merapi dimaksudkan untuk memonitor kegiatan G. Nerapi dihubungkan dengan perubahan harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya. Hasil pekerjaan ini terutama dituangkan dalam daftar angka menjadi grafik dan peta arah vektor kelandaiannya.
Daerah Gunung Merapi Jawa Tengah dan sekelilingnya telah di petakan secara umum, antara lain : oleh R.W. Van bemmelen (1949); W. Raharjo; Sukandarrumidi; dan H.M.D. Rosidi (1977)/
Laporan ini berisi berita berita mengenai gunung merapi