Pembuatan dokumentasi di G. Semeru mempunyai beberapa saran dan makna, di antaranya : (1) Mengumpulkan sejarah kegiatan dam bencana yang ditimbulkannya; (2) Menginventarisasikan keadaan di kawasan yang dianggap sangat berbahaya; (3) Rekaman gambar berupa foto dan video.
Penyelidikan metode gaya berat di G.Guntur dilakukan untuk melihat pola sebaran densitas batuan di komplek G. Guntur baik secara lateral maupun vertikal. Dari pola sebaran densitas ini kemudian kita bisa menafsirkan keadaan struktur bagian dalam tubuh gunung tersebut.
Pemetaan zona risiko G.Gede dilaksanakan dari tanggal 14 Mei sampai dengan 7 Juni 1996. Sebagai pangkalan kerja selama bekerja dilapangan adalah Pos Pengamatan Gunungapi G.Gede, di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Daerah Tingkat II Cianjur.
Pemetaan zona risiko dilakukan untuk mengetahui tingkatan risiko bahaya gunungapi secara kwalitatif di G. Bromo berdasar jenis potensi bahaya, pemanfaatan lahan, jumlah penduduk, serta data lainnya yang berkaitan dengan sosial ekonomi.
Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Pengamatan visual G. Dieng dilakukan pada pusat - pusat kegiatan vulkanik di Komplek Dieng seperti Kawah dan lapangan solfatara/fumarola. Pengukuran suhu solfatara dan air Kawah dilakukan satu kali dalam satu minggu pada lokasi Kawah Condrodimuko, Sinila, Sibanteng, Sikidang, Pakuwojo, Siglagah, Sileri, Bitingan, Pagerkandang, dan Sitimbang.
Penelitian Petrokimia dan Gas gunungapi Sundoro dilakukan untuk mengetahui kimia dan mineralogi batuan hasil erupsi Gunungapi Sundoro baik yang tercatat dalam sejarah maupun tidak. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mendapatkan gambaran karakter komposisi kimia dan mineral dalam batuan Gunungapi Sundoro.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Puncak G.Slamet memiliki ketinggian 3676 m merupakan gunungapi tertinggi di Jawa Tengah. Aktivitas G.Slamet saat ini dipantau dari Pos Vulkanologi Gambuhan terletak dibagian utara kaki G.Slamet yang merupakan titik referensi.
Pengamatan visual ke arah G. Arjuno-Welirang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Arjuno-Welirang di Desa Sukereno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sedangkan rekaman kegiatan kegempaan G. Arjuno-Welirang dilakukan sejak Mei 1995 sampai September 1996 dan gempa - gempa yang tercatat pada umumnya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal.