G. Tangkuban parahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat ibukota provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. Tangkuban parahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah BAru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurif, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah JArian, dan Kawah Panguyangan badak.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantaranya : kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatatan diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada erupsi tahun 1772 longsor dan awan panas terjadi menyebabkan 2951 orang menjadi korban. PAda erupsi terakhir tahun 2002, terjadi 3 episode erupsi.
Gunungapi Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249 m) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135 m), Gunung Kabuyutan (2048 m) dan Gunung Guntur.
Ciremai merupakan gunungapi Kaurter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatata sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Erupsi G. Ciremai tercatat terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga erupsi 1772, 1775 dan 1805.
Gunungapi Salak adalah salah satu gunungapi tipe A yang ada di Jawa Barat. Karakter letusan Gunung Salak adalah letusan freatik di kawah pusat dan erupsi samping. Gunung salak juga memiliki beberapa potensi pariwisata serta pertanian yang mengundang banyak penduduk di sekitarnya yang mengakibatkan naiknya tingkat kerawanan bencana dan kerentanan bahaya erupsi gunungapi di kawasan tersebut.
Ciremai merupakan gunungapi Kuarter aktid dan memiliki sejarah letusan yang tercatat sejak tahun 1698. Secara umum di bawah mikroskop batuan G., Ciremai menunjukkan tekstur porfiritik yang kuat, dengan fenokris plagioklas yang mendominasi, serta klinopiroksen yang kaya Ca, ortopirokse, olivin, titanomagenetit dan hornblenda (CA-amfibol). Dari hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa mayoritas…
Ciremai merupakan gunungapi Kuarter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatata sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Erupsi G. Ciremai tercatat terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga erupsi 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat…
Gunungapi Tangkuban parahu adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Provinsi Jawa Barat. Gunung api ini terletak dekat dengan dua kota besar yaitu Bandung dan Subang. Dalam sejarah gunungapinya tercatat sejak 1829 gunungapi ini termasuk gunung api jarang meletus. Tercatata lebih dari 15 kali letusan telah berlangsung baik di Kawah Ratu Maupun Kawah Domas.
Wilayah di sekitar gunung api umumnya memiliki tanah yang subur, serta sumber daya gunung apa yang banyak sehingga menarik penduduk untuk tinggal di sekitar gunung api. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dengan pemahaman kebencanaan belum merata pemanfaatan sumber daya alam dan penataan ruang yang tidak tepat menyebabkan risiko bencana alam menjadi besar.
Guntur Volcano in West Java is one of the most active volcanoes in Indonesia. The last eruption took place in 1847, and until now (2012) has more than 165 years this volcano has not erupted. As a result the area around the volcano has become a very dense settlements, but volcanic seismix activity is very high. Seismic monitoring Guntur Volcano was started in 1986 from the Pos PGA Guntur.