Penyelidikan geologi dan laharan yang dilakukan di lereng Baratdaya G.Merapi yang meliputi K. Senowo, K.Sat, K. Bebeng dan K.Krasak dimaksudkan untuk mengevaluasi sebaran awan panas dan lahar 1993 - 1994 serta endapan sebelumnya yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 1993 - Mei 1994.
Informasi datangnya ancaman bahaya G.Merapi yang cepat dan mudah dimengerti oleh penduduk sekitar G. Merapi adalah penggunaan sirine. Disamping itu juga, Tim mengadakan pengecekan dan pemeliharaan sejumlah alat sensor lahar di sepanjang K.Boyong dan K. Bebeng dan penakar hujan yang ada lereng G.Merapi
Laporan pemetaan aliran lahar kali kobokan memiliki tujuan untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Aliran Lahar, guna mengetahui sebaran lahar disekitar kali Kobokan.
Direktorat Vulkanologi Bandung membentuk suatu tim khusus geologi dan laharan untuk melakukan tugas - tugas yang meliputi : pemetaan sebaran awanpanas guguran, perhitungan potensi lahar dan daya tampung K.Boyong, K. Kuning, dan K. Krasak serta pengukuan volume kubah lava dan kegiatan penyuluhan serta gladi lapang.
Untuk menanggulangi bahaya primer sangat sulit, maka usaha penanggulangan yang dilaksanakan secara fisik adalah untuk menanggulangi bahaya sekunder. Prinsip penanggulangan bahaya sekunder dilaksanakan dengan menahan bagian besar material yang turun dengan pembuatan bangunan kendali banjir berupa Bendung Penahan Sedimen dan Konsolidasi DAM di daerah hulu.
Penyelidikan di K.Lamat, K.Sat dan K.Bebeng bagian hulu dilakukan untuk mengetahui keadaan material yang berada di lembah - lembah sungai tersebut. Dengan diketahui keadaan material yang berada di hulu sungai - sungai tersebut, maka dapat diperkirakan potensi penyebaran aliran lahar pada musim hujan yang akan datang ini, atau Oktober 1994 - April 1995.
Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Penyuluhan bahaya lahar G.Kelut dilakukan dengan cara ceramah, juga disertai sajian rekaman video letusan gunungapi, letusan G.Galunggung th 1982/1983, dan contoh jenis - jenis bahaya akibat langsung gunungapi. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada malam hari dengan harapan yang hadir selain seluruh Aparat semua kecamatan dan desa yang bersangkutan, juga tokoh masyarakat setempat.
Penelitian laharan dan geologi di daerah K.Putih dan sekitarnya dimaksudkan untuk menentukan penyebaran lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang telah berlangsung. Hasil perhitungan volume material yang tersebar dikaitkan dengan perhitungan volume kosong akan dapat diketahui volume lahar yang mungkin terjadi dan kemungkinan daya tampung sungai yang dilalui.
Penelitian laharan dan geologi yang dilakukan di daerah K. Senowo, K.Lamat, K. Blongkeng dan sekitarnya dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran awan panas dan lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang sedang berlangsung.