Gunungapi Lamongan merupakan salah satu gunungapi aktif di Provinsi Jawa Timur, gunungapi bertipe strato yang memiliki banyak ranu(danau) ini muncul di antara dua pegunungan raksasa, Tengger di sebelah barat dan ljang Argopuro di sebelah timur.
In February of the forner year (1698) a very remarkable outburst on the slope of the volcano Lamongan (in the residence Probolinggo on Java) had taken place, which by soveral persons, among others by the Controler of Elakah, A. Ardesch, and the Assistant-Resident of Lunajang, C. Lok, was observed.
Penyelidikan geomagnet G.Merapi dengan sistem telemetri radio telah dimulai sejak tahun 1978. Namun sampai saat ini masih sering juga timbul persoalan, misalnya kerusaken sensor akibat petir, kerusakan regulator pada shstem catu daya, dan sebagainya.
Gunung Lamongan merupakan salah satu gunungapi strato, terletak di daerah Klakah, Jawa Timur pada posisi geografis 7 derajat 59 Lintang Selatan dan 113 derajat 20,5 Bujur Timur. Manifestasi kegiatan gunungapi ini tampak berupa fumarola/solfatara yang aktif pada kawah puncaknya serta adanya sejumlah ranu san sinder dilereng sekitarnya.
Penyelidikan Gaya Berat G. Lamongan dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 9 Mei 1988, sebagai realisasi program Seksi Vulkanofisika yang merupakan kelanjutan penyelidikan Gaya Berat tahun 1987. Pada saat yang sama pula penyelidikan-penyelidikan dengan metoda lainnya (Seismik, Resistivity, Petrologi, Deformasi, Tilting dan Geokimia) terhadap objek yang sama.
Antara bulan September 19°7 - April/Mei 1998 diadakan penyelidikan geofisika dan kegempaan sekitar G.Lamongan diMANA menurut peyelidikan GEOMAGNIT dan penyelidikan gaYA berat terdapat patahan dengan arah utara agak kebarat ( NNW ) disekitar R, Pandan dan patahan arah timur agak keutara (ENE ) disekitar G.Kenek serta patahan dengan arah timur agak keutara ( ENE ) disekitar G. Kendeng yang pada …
Pertemuan dimaksud untuk membahas perkembangan terakhir gunung-gunungapi Ranakah,Gamalama, Lamongan, dan Anak Krakatau, pertemuan dimulai pada jam 9 pagi dan dihadiri oleh sekitar 20 hadirin para ahli termasuk Bp. Direktur Vulkanologi, Dr. Adjat Sudrajat. Pertemuan dipimpin oleh Bp. Kepala SubDirektorat Pengamatan, Ir. Liek Pardyanto.
A I'heure actuelle, I'Indonesie possede 129 volcans en activite, que se succedent depuis I'ile de Sumatra jusqu'a I'ile de Sulawesi et a la mer de Banda.
A I'heure actuelle, I'Indonesie possede 129 volcans en activite. Ces derniers se succendent depuis I'ile de Sumatra jusqu'aux Celebes et a la mer de Banda.