Pengamatan visual sering terganggu cuaca, Pos dan sekitarnya terutama puncak G.Slamet sering tertutup kabut. Sedangkan pengamatan seismik dilakukan selama Desember 1985 sampai Maret 1986 kegiatan gempa G. Slamet sangat sedikit, yaitu Desember 1985 1x gempa Vulkanik type B, Januari, Februari, dan Maret nihil.
G. Papandayan, tinggi 2665 m dari muka laut, adalah salah satu gunungapi aktip di daerah Jawa Barat. Letaknya di Kabupaten Garut pada posisi astronomis 7 derajat 19' Lintang Selatan dan 107 derajat 44' Bujur Timur.
Selama melakukan pengamatan visual G. Gede, juga mengamati kehempaan bulan april 1986, guna evaluasi tingkat kegiatan G. Gede sampai saat ini
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 m dml. Diapit o-leh G. Tengger dan Hiyang Argopuro.
Para penulis ditugasi oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan visual dan pemeriksaan laharan di sungai-sungai yang mengalir di lereng tenggara dan selatan G. Semeru.
Pengamatan terhadap kegiatan G. Guntur secara tetap telah dimulai sejak September 1985, lokasi Pos Pengamatan di Desa Sirnajaya, wilayah Kabupaten Garut.
Pengamatan visual G.Lamongan dikerjakan setiap saat dan menggunakan alat sebuah teropong. Ukuran suhu udara menggunakan termometer, pengukur air hujan adalah gelas pengukur air hujan, dan petunjuk arah angin pengamatan langsung. Termometer, tabung air dan arah angin dibaca/dicatat tiap pkl 06.00, 12.00 dan 18.00.
Pengamatan visual terhadap gunung Kw.Ijen pada waktu pagi hari tampak jelas dan sore hingga malam hari sering tertutup kabut 0-II sampai 0-III.
Pengamatan visual di G.Dieng dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas dikumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunung api.
Menurut Surat Perjalanan Dinas No. 213/P/1984 tertanggal 23 April 1984, penulis ditugaskan melakukan pengamatan visual kegiatan Gunung Semeru selama 25 hari, berangkat dari Bandung pada 26 April 1984, sekaligus memeriksa Besuk Kobokan dan beberapa sungai sekitarnya untuk menilai potensi penyelewengan atau peluapan banjir lahar saat hujan. Pengamatan akhir April hingga pertengahan Mei 1984 menun…