Dari beberapa pemantauan visual yang dilakukan di G.Semeru, salah satunya adalah pemantauan lidah/kubah lava di puncak. Kemudian, dilakukan juga perbaikan seismograf yang rusak dan pembenahan lokasi pemasangan seismometer.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
G. Semeru merupakan gunungapi tertinggi di P.Jawa, puncak tertinggi dikenal Mahameru (+3676) tetapi menurut Data Dasar Gunungapi Indonesia, pada pengamatan tahun 1973 Kawah Jonggring Seloko yang terbentuk tahun 1913 mempunyai kubah lebih tinggi dari Puncak Mahameru yaitu 3744.5 meter.
Dalam menghadapi musim penghujan yang mungkin bisa memicu sistem yang telah seimbang pada gunung Merapi khususnya kegiatan fase banyak yang terus meningkat, maka pada bulan Juli, diadakan perbaikan, perawatan serta kalibrasi untuk peralatan seismik dan magnetik, sehingga bila terjadi krisis maka peralatan diperkirakan masih dalam kondisi baik.
Dua set seismograf sistem pancar tambahan yang lokasi titik - titik pantauannya ditempatkan di daerah Citiis dan Lebak Bulus. Sementara seismograf yang telah terpasang di lereng selatan G.Guntur lokasinya dipindahkan ke G.Putri, hingga membentuk suatu jaringan seismik tripartit yang dapat merekam gempa G.Guntur dengan baik.
Pemasangan seismograf type Drs. De Neve di pos Kakaskasen, perbaikan seismograf type Dr. Ch. E.Stehn di Kajawu dan pemeriksaan gunung-gunung api diseluruh daerah Minahasa dalan bulan Januari-Maret 1956