Untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkanik di daerah Dieng ini dicoba dilakukan pengamatan dan penelitian seismik yang dibantu dengan pengamatan - pengamatan visual dan kimia gas. Di sini akan dilaporkan kegiatan Dieng selama Oktober - November 1984, sedangkan pada awal sampai pertengahan Oktober 1984 telah dievaluasikan dalam laporan yang terdahulu.
G.Bromo menunjukkan kegiatan yang benar - benar tenang. Sedangkan pemeriksaan Mei 1984 melaporkan bahwa letusan - letusan terjadi dari 12 s/d 31 Mei. Abu yang dihasilkan oleh letusan tersebut terendap di sekitar kawah. Di bibir kawah setebal lk 1 m.
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pengamatan visual dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas telah dikumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi.
G.Slamet (3432 m) yang terletak di antara Kabupaten Purwokerto, Purbalingga dan Pemalang, adalah gunungapi yang ter-tinggi di Jawa Tengah. Bentuk / topografi lereng sebelah timur timur laut keadaannya agak rata dan teratur. Pada lereng sebelah barat-barat laut keadaannya cukup terjal
Beperti halnya balan Juni 1984, dalam Juli ini penulis berusaha untuk mengumpulkan semua hasil pengamatan dan penelitian terhadap G. Kerapi. Mungkin belum banyak yang dapat diungkapkan dari data yang terkumpul, tetapi setidak-tidaknya dapat menginformasikan semua hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan dan interpretasi secara pendahuluan. Ada kemungkinan kelak bahun semua yang diperki…
Berdasarkan laporan dari Sekwilda Tk. II. Kabupaten Tasikmalaya pada 21 Agustus 1984 pk. 09.30, pada 16 Agustus 1984 di Blok Cibitu Kp. bahwa Pasir Gede Desa Sukahening, Kecamatan Cisayong telah terjadi letusan yang disertai semburan lava. Kegiatan ini merupakan yang kelima. Maka pada 22 Agustus kami berangkat menuju lokasi guna mengadakan pengecekan. Berdasarkan keterangan penduduk setempat ke…
Pemeriksaan kawah serta pengukuran suhu kali ini dapat kami katakan sedikit kurang menguntungkan karena adanya beberapa faktor yang terjadi setelah letusan 15 Juni 1984. Diantaranya ialah tidak adanya peralatan yang memadai, misalnya alat/pelindung panas dan gas, disamping cuaca yang buruk serta kepulan asap yang tebal dari pusat kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula tamu dari Hawaii Volcano Observatory, USGS. Mereka kebetulan sedang berada di Indonesia untuk mengevaluasi hasil pemasangan seismograf dengan sistem pancar yang mereka lakukan pada pertengahan tahun 1982. Mereka mengevaluasi data yang tercatat selama ini dan melatih para teknisi bagaimana menangani peralatan yang terpasang dan pengkalibrasian secara period…
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…