Lapangan panasbumi Kv. Kamojang terletak 42 km sebelah tenggara Bandung atau 17 km dari Garut ke arah baratlnut (Peta 1). Letak geo-grafi lapangan itu 7° 7'30" Lintang Selatan, 107°17'30" Bujur Timur dari Jakarta. Tingginya diatas muka air laut antara 1640 sampai 1730 m. atau 900 hingga 1000 m diatas Dataran Tinggi Bandung. Dan jalur jalan menghubungkan Bandung dengan Kw. Kamojang (Peta 1). Y…
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Dengan Surat Perintah No. 2357/9/76, tanggal 21 Juni 1976, penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi S. Gremeng. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 15 km dan daerah kanan kiri selebar 250 m dari sungai.
Dalam Penulisan ini penulis membatasi diri dalam penyuguhan data yang diperoleh sebagai peningkatan kegiatan dalam bulan November 1976
Penyelidikan geomagnet G.Merapi dengan sistem telemetri radio telah dimulai sejak tahun 1978. Namun sampai saat ini masih sering juga timbul persoalan, misalnya kerusaken sensor akibat petir, kerusakan regulator pada shstem catu daya, dan sebagainya.
Pemasangan Seismograf MEQ-800 dengan sistim telemetri di Pos Pengamatan G. Sundoro, dilakukan dengan tujuan meningkan sarana peralatan seismograf yang telah ada. Disamping untuk mengganti seismograf yang lama karena sering trjadi kerusakan pada sistim kabel lapangan.
Penyelidikan geomagnet G.Merapi dengan sistem telemetri radio telah dimulai sejak tahun 1978. Namun sampai saat ini masih sering juga timbul persoalan, misalnya kerusakan sensor akibat petir, kerusakan regulator pada sistem catu daya, dan sebagainya.
Gunung Lamongan merupakan salah satu gunungapi strato, terletak di daerah Klakah, Jawa Timur pada posisi geografis 7 derajat 59 Lintang Selatan dan 113 derajat 20,5 Bujur Timur. Manifestasi kegiatan gunungapi ini tampak berupa fumarola/solfatara yang aktif pada kawah puncaknya serta adanya sejumlah ranu san sinder dilereng sekitarnya.
Penyelidikan Gaya Berat G. Lamongan dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 9 Mei 1988, sebagai realisasi program Seksi Vulkanofisika yang merupakan kelanjutan penyelidikan Gaya Berat tahun 1987. Pada saat yang sama pula penyelidikan-penyelidikan dengan metoda lainnya (Seismik, Resistivity, Petrologi, Deformasi, Tilting dan Geokimia) terhadap objek yang sama.
Dalam penyelidikan Petrokimia di lapangan diperlukan penyontohan di daerah Gn. Lamongan dari produk lava dan endapan strombalian yang akan dianalisis di laboratorium menurut cara/bidangnya masing - masing.