G. Slamet merupakan suatu "Land Mark" di Propinsi Jawa Tengah, karena merupakan gunungapi dan sekaligus merupakan gunung yang tertinggi di propinsi tersebut. Kerucutnya tampak simetris apabila dilihat dari sebelah timur, namun terlihat memanjang dari bagian utara dan selatan. G. Slamet secara administratif terletak di perbatasan Kabupaten Tk.
Gunung Dieng merupakan gunungapi Tipe A yang terletak di Propinsi Jawa Tengah. Letusan Gunung Dieng sering dicirikan dengan erupsi freatik yang terjadi di Dataran Tinggi Dieng. Di Gunung Dieng terdapat lebih kurang 70 kawah di bagian timur dan tengah komplek, dan lebih kurang 30 kawah di bagian barat Sektor Batur
Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe andesit-basaltik terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Puncak Merapi mempunyai ketinggian sekitar 2986 m d.p.l. (data GPS - 1999, posisi lava 40). Aktivitas yang hampir terus menerus terjadi menyebabkan kawah, dan puncak merapi mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
Secara geografis gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro.
Aktivitas Pegunungan Dieng mempunyai sejarah yang panjang. Berdasarkan stratigrafinya perkembangan vulkanise G. Dieng dibagi menjadi tiga episode kegiatan vulkanisme (Sukhyar, 1994). Dari ke tiga episode kegiata vulkanisme tersebut pada saat ini telah terbentuk banyak kawah (cone) serta lapangan solfatara dan fumarola di area komplek G. Dieng.
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia dengan periode waktu antar erupsi berkisaran antara 2 - 4 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada bulan Juni 2006. Sebelum terjadi erupsi telah dilakukan pengukuran deformasi dengan GPS pada bulan Juni 2006. Dari penyelidikan tersebut diketahui bahwa antara bulan September 2005 - Maret 2006 terjadi 'displacement' beberapa titik ukur…
Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif, yang jumlahnya mencapai 129 buah atau kurang lebih 13% serluruh gunungapi di dunia, dan tidak menutup kemungkinan munculnya gunungapi baru.
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
Seperti diketahui akibat laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang demikian cepat, perkembangan pemukiman penduduk merambah ke daerah-daerah yang termasuk dalam kawasan rawan rawan bencana gunungapi. Perambahan hutan untuk dijadikan areal berladang kerap dilakukan oleh penduduk yang berdian di sekitar gunungapi.