A gradual temperature increase of the crater lake water from normal, i.e. 32° - 33° C, was recorded since the last week of August 1973. The estimated"critical" temperature, i.e. around 40°C, was reach ed on November 5, 1973. Since then the water temperature fluctus ted between 38° C and 40°°c until approximately the end of Janua ry 1974. On January 31 a temperature of 41° C was measured,…
Semua pemasangan peralatan telemetrik dilaksanakan oleh FIPA Universitas Gajah Mada yang dipimpin oleh Prof. Ir. Mugiono, melanjutkan rencana kerja yang terdahulu
Berdasarkan Surat Perintah kerja No. 182/D.37/WK/JT/76, ter tanggal 25 Februari 1976, para petugas Sub Direktorat Volkanologi, Direktorat Geologi, berangkat mendahului satu minggu sebelum surat perjanjian kerja ditanda tangani
Berdasarkan hasil pertemuan antara direktorat Geologi dengan Universitas Gadjah Mada tentang pengukuran suhu danau-kawah G. Kelut secara telemetris yang diadakan pada tanggal 11-12 Maret 1975
Dengan Surat Perintah Dinas, masing masing No. 153/P/1976, No. 155/P/1976 dan No. 157/P/1976, tertanggal Bandung 14 Pebruari 1976, 3 karyawan ditugaskan untuk mengukur kedalaman danau kawah G. Kelut. Para petugas tersebut ialah Sdr. Pandi K, Sadjiman, dan penyusun laporan.
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
From the last two eruptions of Mt.Kelut, i.e. in 1951 and 1966, remarkable changes of the crater bottom were recorded. After the 1951 eruption a lowering of 79 m and after the 1996 eruption up upheaval of 43 m was found to have taken place, as measured at the deepest sections of the crater.
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.
Gunung kelut (+1731) terletak pada 7 derajat 56 LS dan 112 derajat 18'30" BT, termasuk dalam wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dari sejarah letusannya G. Kelut ini mempunyai daur kegiatan 10 sampai 19 tahun. Dengan demikian pada 1988 ini telah melampaui siklus kegiatan untuk G. Kelut.