Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksana Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbummi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan metoda lapangan Gunungapi di G.Guntur (Jawa Barat) seperti penyelidikan Geomagnit Seismik dan Gaya berat.
Laporan ini disusun sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan Proyek Pembangunan 1989/1990 Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi. Di dalam laporan ini dimuat hasil Penyelidikan Metoda Lapangan Gunungapi di G.Kelut (Jawa Timur) seperti penyelidikan Geofisika (Potensial Diri), Geokimia Air, Petrokimia dan Seismik & Visual.
Skripsi utama ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan sendiri dari tanggal 24 Agustus s/d 19 Oktober 1964. Skirpsi mana harus dibuat dalam semester ke VI, kurikulum akademi geologi dan pertambangan, dan merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian terakhir pada akademi geologi dan pertambangan di Bandung.
Kawah Ijen (2386 m), terletak pada 8°03′30 Lintang Selatan dan 114°14 30 Bujur Timur, termasuk dalam wilayah kabupaten Banyuwangi dan kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Gb. 1). Penelitian dan pengamatan Kawah Ijen sampai Januari 1988 masih terus dilakukan, terdiri dari pengamatan kegempaan yang ditunjang dengan pengamatan visual, pengukuran suhu air danau kawah dan solfatara.
Penyelidikan geokimia 0. Papandayan telah dikerjakan pada 15 Juli sampai dengan 29 Juli 1919, selama 15 hari, berdasarkan SPPD No.438/0441/3405/89dari Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi.
G. Kie Besi di P. Makian yang berada dalam wilayah Kecamatan Makian, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku, termasuk salah satu gunung api yang sudah lama istirahat. Kegiatannya yang terakhir terjadi pada 1890, berarti sudah 95 tahun berdiri tegak tanpa kegiatan sama sekali. Selama masa istirahat sempat dilakukan beberapa kali pendakian puncak dan baru 5 (lima) kali berhasil mencapai dasar ka…