Diantara gunung-gunung berapi di Indonesia G. Merapilah yang paling aktif. Kalau kita melihat sejarah kegiatannya sejak tahun 1991 maka gunung api tersebut dalam jangka waktu 72 tahun lebih banyak bekerja daripada tidak.. Kecuali menurut kenyataan bahwa G. Merapi sering bekerja dan hampir tiap kegiatan menyemburkan awan panas, maka G. Merapi tergolong yang paling berbahaya di Indonesia.
Perlu penulis beritahukan, bahwa dalam tahun Pelita 1972 dari Seksi Petapi sedang mempersiapkan peta2 daerah bahaya/waspada, dengan dilengkapi oleh gambar-hidup2, gambar berwarna biasa dan gambar hitam/putih di sekitar kawah dan dari bagian kawah yaitu tiap2 jurusan sekitar gunung bila memungkinkan. Pekerjaan ini sudah hampir se-tengahnya gunung2 berapi di Indonesia. Maka pada tgl. 7-8-1972 pen…
Pada tanggal 2/11-1958 kami berangkat ke Djawa Tengah dan Djawa Timur, tugas utamanya adalah untuk melihat keadaan pos - pos pendjagaan gunungapi di Djawa Timur, yang perlu diperbaiki dan dilengkapi. Kecuali dari itu juga perlu diperiksa pesawat Gempa di G. Sawur, di G. Kelut dan di Pos Babadan (Gunung Merapi).
Pada permulaan bulan Februari oleh pos penjagaan D.G.B di Kawah Idjen telah dilaporkan adanya tanda - tanda kegiatan dari G. Raung, yang terlihat mulai tanggal 31 Januari 1953.
Gunung Kelut (+ 1731 m) yang terletak di wilayah Blitar dan Kediri merupakan salah satu gunung api yang aktif di Indonesia. Pada 10 Februari 1990 gunung ini kembali meletus dan memuntahkan batuan piroklastik ke sekitarnya (Laporan letusan Gunung Kelut 10 Februari 1990). Salah satu akibat letusan ini adalah rusaknya jalan untuk pencapaian kawah yang biasa di pergunakan selama ini, sehingga jalan…
Pada permulaan bulan Pebruari oleh pos pendjagaan D.G.B. di Kawah Idjen telah dilaporkan adanja tanda2 kegiatan dari G.Raung, jang terlihat mulai dari tg. 31 Djanuari 1953. Pada tg. 5 Pebruari diterima kawat dari Residen Besuki jang meminta penindjauan segera. Pada hari Saptu tg. 7 Pebruari penulis meninggalkan Bandung dan sampailah di Bondowoso pada esok harinja. Disini didapat keterangan2 dar…
Berhubung dengan melotusnja G. Welirang dan berkenaan dengan pembitjaraan Pemimpin Dinas Gunung Berapi Drs.G.A. de Neve dan Residen Surabaja pada tgl. 20 November 1950.-, maka penjusun laporan ini diberi tugas menurut surat perin-tah Djawatan Portambangan No.: 173/11/Um untuk mengadakan pemeriksaan ke G. Welirang dengan dibantu oleh Sår. Supian Pengamat Kepala Urusan Gunung Berapi.
5 Desember 2604. Pada tanggal 5 Desember Pembesar dari kantor Bandung Tisitu-tyosazyo, kiraz djan 3 siang menorina laporan dengan perantaraan tilpon dari Pangreh Pradja di Banjunas syuu, menerangkan, bahwa pada hari sonin, tanggal 4 Desember, levih kurang djan 4 siang Kawan Seleri (G.Dieng) meletus.
Tanggal 18-4-2605. Disebabkan sampai pada tanggal 17-12-2604, keadaannja Kawah Sele-ri masih bekerdja terus, maka negala pekerdjaan pemeriksaan pada kuti-ka itu belum dapat diselesaikan. Oleh karena itu, maka pada tanggal 17-4-2605, more hari, penulis berdua dengan Pengawas R.SUMOMURSODO te-lah sampai di desa Kepakisan. Pada esok harinja tgl. 18-4-05, dimuli melakukan pemeriksaan.