Sehubungan dengan giatnya kembali G. Krakatau sejak akhir Desember 1927, oleh 'Penelitian Gunungapi' di P. Panjang dari Kepulauan Krakatau, mulai Januari 1928 didirikan pos pengamatan sederhana, yang ditempati oleh orang Eropa dan 2 orang pribumi.
Pengamatan Seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.
Telah dirancang, dibuat dan dipasang sistem telemetri untuk keperluan pengukuran parameter-parameter Gunung Kelut
G.Kelut terkenal sangat berbahaya karena letusannya selalu menelan banyak korban manusia. Asal dari bencana adalah adanya danau kawah di puncak gunung yang dilemparkan pada setiap letusan. Masa air ini bercampur dengan bahan vulkanik lepas turun sebagai aliran lumpur atau lahar letusan dan merusak segala yang dijumpainya.
G. Kelut merupakan salah satu gunungapi yang sangat berbahaya kota-kota besar didekatnya, yaitu Blitar dan Kediri. di P. Jawa, karena penyebaran bahan letusannya akan melanda. Di samping itu penduduknya cukup padat yang bermukim di sekitarnya. Pengamatan gunungapi yang dilakukan selama ini belum dapat menyimak dengan baik kegiatannya, sehingga sama sekali belum da pat menduga kapan gunungapi te…
G. Kelut, Jawa Timur meletus terakhir pada 1966. Berdasarkan data statistik, siklus kegiatan G. Kelut adalah 15 sampai 24 tahun.
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pengamatan seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit. Penugasan Penulis
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…