Dalam rangka pembikinan dan pengukuran kelandaian tugu tetap disekitar daerah G. Kelut dan G. Merapi, maka : Pada tanggal 10 Desember 1979, rombongan yang terdiri dari 4 orang tenaga akhli gunungapi Amerika dan 5 orang karyawan Direktorat Vulkanologi, yang terdiri dari Bapak Suratman. B. Sc., Olas. B. Sc., Komar. R., Rochanan dan penulis sendiri, berangkat menuju ke Yogyakarta. Rombongan yang t…
Tanggal 19 Desember 1979 Sdr. L. Djoharman B.Sc., Sdr. Rohanan dan penulis berserta Tim Tilt. dari Hawai mencari tempat di sekitar Gn. Merapi, tempat yang terpi- lih adalah Deles, Selo, Krinjing dan Babadan.
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Laporan pemeriksaan puncak Gunung Merapi meliputi pemeriksaan kawah seperti keadaan lerengg sebelah utara, lava dari tahun 1954-1957, Kawah Woro, dan Kawah Gendol, serta Lereng Gendol
Maksud pengukuran suhu danau kawah Kelut adalah untuk mengetahui penyebaran panas di danau secara keseluruhan (dimuka danau, di dasar danau dan di daerah batang tubuh), dan langkah berikutnya untuk menetapkan tempat-tempat pengukuran suhu di dasar danau untuk kemudian hari dilakukan secara teratur setiap bulan.
Permukaan air kawah turun pada tgl. 22 April 1978 (Laporan la- Pangan : Pemeriksaan tinggi air danau kawah d. Kelut No. 3). Terjadi pula perobahan topografi pada pantai sebelah utara. Demi ketelitian penghitungan volum kawah G. Kelut, petugas PETAPI ditugaskan mengukur kembali kedalamannya. Petugas petugas itu adalah sebagai berikut 1. Agus Karim (SPPD No. 1165/s/78) 2. Penulis (SEPD No. 116…
Maksud pengukuran suhu danau kawah Kelut adalah untuk mengetahui penyebaran panas di danau secara keseluruhan (di muka danau, di dasar danau dan di daerah batang tubuh), dan langkah berikutnya untuk menetapkan tempat-tempat pengukuran suhu di dasar danau untuk kemudian hari dilakukan secara teratur setiap bulan.
Untuk melengkapi kebutuhan data kordinat dan tinggi diatas muka laut di Pos pengawasan G. Semeru (G. Sawur dan Tawonsongo), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut.
Pada tanggal 7 Januari 1977 diketahui terdapat empat pilar yang telah dibagun di puncak merapi. Penugasan kali ini ilah melaksanakan pengukurannya. Pengukuran dilakukan pada musim kemarau untuk menghindari cuaca buruk
Sebagai kelanjutan laporan lapangan 115. 48, yang berjudul "Pengukuran kordinat Kuarter dan Tersier di sekitar G. Semeru (G. Sawur dan Tawongsongo)", inipun sama juga kebutuhannya untuk memenuhi data abdis, kordinat dan tinggi (X. Y. Z) di kampung Sumberbulus (Sumberjo ) dan Pos Pengawasan G. Semeru di Argosuko