G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah gunung Agung yang baru, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
G. Agung yang merupakan gunungapi tertinggi di Pulau Bali dipantau dari tiga tempat, yaitu sebelah baratdaya di Desa Rendang, sebelah tenggara di Batulompeh serta di baratlaut di Budakeling. Di Pos Rendang dan Budakeling, pengamatan dilakukan secara visual dan kegempaan, sedangkan di Pos Batulompeh hanya secara visual. Dari ketiga Pos tersebut dapat mengamati langsung kegiatan G.Agung , karena …
Pengukuran potensial diri (Self Potential = SP) di Gunung Agung telah dilakukan di 130 titik pengukuran disepanjang empat buah lintasan di tubuh Gunung Agung untuk menentukan titik-titik ukur baku. Dengan mengukur ulang titik-titik tersebut pada perioda tertentu diwaktu mendatang, diharapkan hasilnya bisa membantu metoda pemantauan lainnya untuk memonitor aktifitas gunungapi ini.
Maksud dari kegiatan G. Agung dan G. Batur adalah sebagai realisasi salah satu kegiatan Proyek Pengamatan Pertambangan dan Energi Bali, NTB, NTT, dan Tim -tim tahun Anggaran 1994 - 1995. Tujuannya adalah untuk megetahui perkembangan kegiatan yang terjadi pada Gunungapi Agung dan Gunungapi Batur berdasarkan pengamatan visual, pengukuran suhu, dan pemantauan daerah waspada maupun terlarang.
Since the year 1586, when Mt. Kelut erupted in East Java, killing an estimated 10,000 people, there have been more than seventy major disasters in Indonesia directly resulting from volcanic eruptions. These recorded eruptions have taken the lives of more than 200,000 people, not including those eruptions for which no data, or estimate, is available. The magnitude of these disasters in terms of …
Gunung Agung berbentuk kerucut yang dari jauh tampak indah teratur dengan puncaknya yang gundul dan curam, merupakan gunungapi tertinggi di Bali, Kaki gunung sebelah timurlaut dan baratdaya berkembang hingga di pantai. Disebelah tenggara perkembangannya terhalang oleh suatu jajaran dari gunungapi-gunungapi kecil yang telah padam dan dibaratlaut dipisahkan dari Gunung Batur oleh suatu lembah yan…
Hingga saat ini belum ada tanda2, bahwa aktivita letusan G. Agung telah mereda. Sambil menunggu hasil pengamatan jang lebih meluas, maka agar pemerintah setempat dan rakjat tetap berpedoman dan menta'ati ke-tentuan daerah terlarang dan daerah bahaja sebagaimana jang telah diumumkan oleh team Volkanologi Direktorat Geologi pada tgl. 13 Maret 1963 jbl.
G.Agung terletak di Wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, adalah gunungapi aktif yang tertinggi di P.Bali. Pengamatan terhadap tingkah laku gunung tersebut, dilakukan dari 3 Pos Pengamatan, yang terletak di Rendang, Budakeling, dan Batulompeh. Selain pengamatan visual juga pengamatan kegempaan/seismik yang dilakukan dari Pos Rendang dengan menggunakan seismograf sistim…