Keadaan kawah G.Kelut ditinjau oleh Sdr. Tumpal Situmorang B.Sc., dibawah pimpinan Sdr. Sumarna Hamidi B.Sc dan penulis pada tanggal 26 September 1974 sampai 2 Oktober 1974. Hal itu untuk menanggapi berita surat kabar "Sinar Harapan" dan yang lain terbit tanggal 25 September 74, dengan kepala berita "G.Kelut giat lagi".
Hujan lebat di daerah puncak G. Merapi yang terjadi pada 22 - April 1975 di sore hari, mengakibatkan banjir lahar di K. Putih. Banjir tersebut berlangsung selama 2 jam lebih, dimulai dari jam 16 18.20. Di pos Ngepos sendiri diwaktu itu hanya turun hujan kecil, ourah hujan yang tercatat ialah 25 mm.
Dalam laporan lapangan ini penulis menitik beratkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung - kampung yang terletak disekitar jalur - jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala - gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 195.
Dalam tahun anggaran 1988/1989, Direktorat Vulkanologi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh, telah melaksanakan salah satu program kerja, yaitu berupa pemetaan geologi G. Patuha, berdasar-kan hasil penafsiran potret udara.
Kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gunungapi atas dasat memo dinas No. 92/DV/14/72 tertanggal 24 April 1972 dari Kepala Dinas Volkanologi. Perihal G. Bromo dan G. Semeru
Dalam rangka tugas Pelita Dinas Volkanologi , akhir bulan Oktober 1972 sesuai dengan SPD. No; 2520/S/1972 penulis ditugaskan pendakian Gn. Semeru sebagai ketua team Sdr. Ruska Hadian B.Sc
Pada tanggal 9 November 1971 diterima kawat dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang adanya peningkatan kegiatan G. Sundoro. Disamping itu diterima pula laporan lisan tentang hal yang sama dari petugas Dinas Vulkanologi yang Sedang melakukan pemetaan geologi didaerah pegunungan dieng. Kegiatan yang terlihat adalah hembusan asap setinggi lk. 300 meter diatas puncak, terjadi pada …
Papandayan marupakan sebuah sepatu kada jang terbuka los ajurus ir lam dan Pada tgl. 23/6-1970 Penulis bersama Kasi Penelitian Gunung Api telah berangkat menud ju ke Gunung Papandajan dengan kendaraan dinas melalui djalan Pa- ngalengan, Perkebunan Teh Santosa, Sedep, Tjibata- nua dan Perkebunan Tjilenjeuj kemudian rombongan menudju Kp. Stamplat kehutanan, maka disinilah rombo- ngan bermalam.
Data-data menarik daerah bahaya/waspada diambil dari hasil-hasil; 1. Penelitian dan pemeriksaan puncak G. Raung tahun 1955 dan 1970 2. Penyelidikan endapan lahar dan abu yang diakibatkan oleh letusan G. Raung 3. Hasil Penelitian sungai-sungai yang bersumber dibawah G.Raung 4. Keadaan daerah yang dikunjungi 5. Keterangan lain yang diperlukan
Sehubungan dengan rencanan semula, maka pada awal bulan April 1971 Kasi penelitian Gn. Api telah berangkat menuju Gn. Tjiremai jang diikuti oleh penulis dengan mempergunakan land-rover D.2872 jang dikemudikan oleh Sdr. Hadis III