Penyelidikan pemboran potensi bahan galian dilakukan di wilayah bekas tambang timah Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dengan tujuan mengidentifikasi potensi sumber daya timah dan mineral ikutannya serta peluang pemanfaatannya. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan bahan galian setempat. Sumber daya tereka timah dalam tailing teridentifikasi di beber…
G.Guntur bertipe strato, merupakan kelompok kerucut vulkanik (polkonida) dengan puncak tertinggi g. Masigit (1k. 2249 mdpl). Gunungapi ini terletak pada daerah administratif tingkat II, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.
Penelitian di daerah puncak G.Merapi dan Pasar Bubar oleh tim puncak Seksi Penyelidikan G.Merapi dilakukan pada tanggal 19 s/d 28 Agustus 1991. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan memantau terjadinya longsoran di daerah sekitar puncak dan sekitarnya seperti yang telah dilaporkan oleh Dr. Sabroux, seorang ahli gunungapi dari Perancis.
Pengukuran deformasi ungkit kering di G.Guntur, Kabupaten Garut dilakukan pada bulan Juli 1991, disertai dengan pengecekan dan perbaikan tanda bensmark pada beberapa stasiun ungkit kering.
Berdasarkan surat Direktur Vulkanologi nomor 364/104/DGV/91, tanggal 2 Mei 1991 tentang penyuluhan vulkanologi mengenai G.Gede di Kabupaten Daerah Tk. II Cianjur, Sukabumi dan II Bogor, diadakan pembicaraan dengan Asisten Setwilda Provinsi Jawa Barat mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan penyuluhan di daerah - daerah tersebut.