Gunung Wilis merupakan salah satu gunung tipe stratovolcano dengan ketinggian sekitar 2563 m dpl, terletak soliter diantara kelompok gunung yang disebabkan oleh pengangkatan di sisi sebelah selatan. Tidak ada catatan sejarah pasti yang menerangkan tentang erupsi gunung Wilis. Yang tercatat hanyalah keberadaan fumaroles dan lubang berisi lumpur dan terdapat di dekat danau ngebel pada lereng gunu…
Gunungapi semeru secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu: kabupaten Lumajang dan kabupaten malang, propinsi Jawa Timur. Sejak akhir bulan januari 2009, kegiatan G. Semeru memperlihatkan terjadinya penurunan jumlah gempa Letusan (biasanya rata rata letusan diatas 100 kali kejadian perhari, namun sejak februari 2009 rata rata dibawah 50 kali kejadian perhari), yang diikuti oleh penin…
Aktifitas semburan lumpur sidoarjo (LUSI) yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2026 hingga tanggal 26 Mei 2011 sudah berjalan 5 (lima) tahun dan sampai dengan saat ini masih terus berlangsung dan entah sampai kapan, meski dari debit semburan ada kecenderungan menurun secara signifikan, yaitu dari debit semburan berkisar antara 80000 s/d 120000 meter kubik perhari. Sampai saat ini menjadi 40000 mete…
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan pegunungan IjenJawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. Terdapat lebih dari 100 danau kawah aktif yang ada di dunia saat ini (Delmelle dan Bernard, 2000).
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di pilau Jawa, terbentuk di dalam Kaldera Tengger dengan ketinggian puncak mencapai 2329 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dasar kaldera Tengger yang dikenal dengan lautan pasir berada pada ketinggian sekitar 2100 mdpl. Gunungapi Bromo berbentuk kerucut dengan diameter kawah 600-800 meter.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.3.29 m di atas permukaan laut/dml atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera kurang lebih 2.100 m dml. Lokasi G. Bromo ini dikenal dengan kompleks Bromo-Tengger yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonimi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khsusu daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemafaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah,.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulai Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 m dpl atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera. Lokasi G. Bromo ini terkenal dengan kompleks Bromo - Tengger yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Gunungapi Arjuno-Welirang menurut Neuman Van Padang (1951) diklasifikasikan sebagai gunungapi type B, namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, menurut Hadikusumo tahun 1957 memasukkannya kedalam klasifikasi type A. Sedangkan Kusumahdinata (1979) dalam buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi type A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 meter di atas permukaan laut/dml atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera kurang lebih 2.100 m dml. Lokasi G. Bromo ini dikenal dengan kompleks Bromo - Tengger yang secara adnistratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.