Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Letusan - letusan asap terjadi dengan selang waktu antara 10 - 15 menit, asap tebal bergumpal berwarna putih keabuan kadang - kadang jka letusan lebih besar warna asapnya agak kehitam - hitaman. Tekanan kuat dan asap mencapai tinggi lk.600 - 700 m dari puncak.
G. Lamongan (1651 m di atas suka laut) merupakan sebuah gunungapi yang mempunyai banyak kawah samping (maar/ranu) maupun kerucut-kerucut parasit di sekitarnya, semuanya ada sekitar 55 buah. Tetapi dalam kesempatan ini hanya dilakukan pemeriksaan kawah enja. G. Lamongan merupakan gunungapi dengan puncak kembar, sebuah lagi dengan nama G. Tarub.
Penelitian geokimia terhadap air danau kawah G. Kelut di-lakukan dengan mengambil dan menganalisa conto-conto air danau ke wah secara teratur setiap bulan. Sejak April 1980 sampai dengan September 1983 telah diambil dan dianalisa sebanyak lebih dari 400 conto sir dari danau kawah G. Kelut.
Sesuai dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas 2222/P/82 dan No.2224/P/82,selama 7 hari dari tanggal 5 s/d 12 Oktober 1982, penulis melakukan pemeriksaan kegiatan G.Se int lamet di Jawa Tengah. Pendakian dilakukan dari dukun Bambangan, Kelurahan Kuta bawa, Kecamatan Karangreja, Kewadahaan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Pendakian dilakukan selama 1k. 6 jam, mela lui jalan setapak yang sudah di…
Bentuk geologi dari kawah Galunggung, secara keseluruhan paling baik dapat dipelajari berdasarkan potret 14 dan 15. Disini jeles tampak, bahwa aliran lava dan lapisan abu yang membangun pema tang kawahnya yang tinggi, menurun dari kawah Guntur. Dilihat dari adanya tangga tempat jatuhnya air terjun dari kawah ini ke bawah, lereng ini pada potret 15 juga sangat jelas.
Peninjauan dari Kawah Ijen telah dilangsungkan secara teratur. Hasil peninjauan itu telah digambarkan secara grafis. Apabila dibandingkan dengan tahun 1922, maka terlihat bahwa garis pembacaan skala ukuran dalam tahun 1923 menunjukan suatu perkembangan yang lain sama sekali daripada dalam tahun 1922.
G. Slamet memiliki kawah berpenampang 1k 450 m, terletak di bagian barat daya puncaknya. Sebelah utara dan timurlaut sumurkawahnya terdapat da-taran pasir dan pematang kawah tua, ini menunjukkan, bahwa titikletusan dalam masa lampau terdapat di tempat lain.
Peninjauan kembali lembar terperinci topografi Banyumas mengharuskan un-tuk memperluas pengukuran hingga puncak Gunung Slamet. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir suatu kenaikan kegiatan singkat dari gunungapi ini menarik perhatian (untuk daerah sekitarnya kurang berbahaya), maka berdasarkan pembicaraan dengan Pemimpin Penyelidikan Gunungapi, vulkano-logisch onderzoek dianggap baik untuk me…
Banyak letusan telah terjadi demikian dasyatnya, disebabkan kawah letaknya tidak di tengah puncak gunung api, akan tetapi secara eksentris di pinggir puncak atau pada lereng gunung. Pada suatu erupsi puncak di tengah berukuran biasa, maka batuan dan terak yang dilontarkan tersebar kemana-mana, meluncur ke bawah sepanjang lereng gunung dan hanya akan menyebabkan kerusakan di sana. Makin jauh run…