Indonesia dengan 127 gunungapi merupakan negara dengan potensi bencana letusan gunungapi yang cukup tinggi. Resiko terjadinya korban jiwa dan kerusakan harta benda merupakan akibat langsung dari banyaknya gunungapi yang berbahaya tersebut. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya.
Kegiatan G. Lokon mempunyai frekuensi letusan yang termasuk sering, yaitu kejadian letusannya dapat mencapai 2 hingga 3 tahun, bahkan nyaris terjadi setiap tahun, demikian menurut catatan sejarah kegiatan G. Lokon terdahulu. G. Lokon terletak di kawasan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan bagian dari kumpulan gunung api aktif yang berada di sepanjang jalur gunung api Sulawesi Utara da…
Gunung Awu dan Gunung Karangetang merupakan gunung api aktif yang keduanya terletak secara terpisah di pulau-pulau kecil pada jalur gunung api Sangir-Talaud, di Sulawesi Utara. Kondisi tanah didaerah sekitar gunungapi pada umumnya sangat subur sehingga menarik bagi manusia untuk bermukim. Makin bertambahnya jumlah penduduk dan sumber daya alam yang dapat diusahakan bagi kehidupan manusia, tanpa…
Dalam periode Pelita V tahun anggaran 1991-1992, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunung api dari seksi penanggulangan Bahaya gunung api, Sub Direktorat Pemetaan Gunung api, Direktorat Vulkanologi ke G. Soputan, Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Maksud dan tujuan penelitian daerah bahaya G. Soputan ini adalah untuk meneliti ulang peta daerah bahaya yang sudah ada sebelumnya…
Pertumbuhan kubah lava di kawah G. Soputan makin berlangsung dalam beberapa bulan belakang ini. Sebagai gambaran, bahwa kubah lava pada kawah G. Soputan masih berada di permukaan dasar kawahnya pada 22 Mei 1991, tetapi dalam bulann Juni 1993 telah lebih tinggi dari bibir kawah, yaitu diperkirakan mencapai lk. 70 m di atas bibir kawah. Bedasarkan perkembangan tersebut, maka dianggap perlu secepa…
Dalam rangka melaksanakan tugas dari Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka laporan ini dimaksudkan sebagai suatu usaha mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi pada waktu mendatang karena terjadinya kegiatan/letusan G. Karangetang. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan dan bahaya G. Karangetang yang mengancam penduduk di sekelilingnya termasuk h…
Kawah Tompaluan posisinya berada diantara puncak Lokon dan puncak Empung, yang dikenal dengan nama kawah Lokon. Kawah ini pernah dipetakan pada 1976 oleh penulis tahun 1976 oleh penulis dan Sdr. Soedarso S., meliputi sekitar daerah puncak dan kawah. Sehubungan dengan telah terjadi kegiatan-kegiatan pada akhir-akhir ini maka untuk mengetahui perubahan-perubahan keadaan topografi, dilakukan api p…
Sejak peningkatan kegiatan bulan Agustus 1984 yang mencapai puncaknya pada 5 September 1985 dengan terjadinya letusan besar di Kawah Utama yang disertai awan panas, keaktifan G. Karangetang dapat dikatakan berlanjut sampai saat ini. Ka Awan panas tersebut meluncur ke Kali Beha lk. 1000 m, li Keting lk. 2000 m dan ke arah Kali Batuawang lk.500 m. Di samping kegiatan yang berlangsung di Kawah Uta…
Gunung Ile boleng merupakan gunungapi aktif tipe A yang terletak di bagian tenggara pulau Adonara, Kabupaten flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari data visual dan kegempaan, tingkat aktivitas G. Ile Boleng saat ini berada pada level I (Normal). Berdasarkan sejarah aktivitas vulkaniknya, dari tahun 1885 hingga 1987 G. Ile Boleng telah mengalami erupsi sebanyak 14 kali.
Gunungapi Iya yang terletak di kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu gunungapi paling selatan di Pulau Flores dan termasuk bagian dari jalur vulkanik Banda. Gunungapi Iya adalah bagian dari deretan gunungapi kompleks Iya, yaitu G. Meja, G. Roja dan G. IYa itu sendiri. Kaki bagian Utara dari G. Iya berjarak 1 km dari tepi selatan kota Ende.