Selama Januari sd. 23 Desember 1981 kegiatan G.Kelut masih normal. Suhu yang diperoleh dengan cara pengukuran langsung, suhu air danau berkisar antara 30'C - 32,5' C. Volum air 1,25 juta meter kubik.
Letusan hampir terus menerus terjadi setiap bulannya. Demikian pula guguran - guguran lava yang diselingi oleh awan panas guguran. Semuanya masuk ke jurusan Besuk Kobokan dan Besuk Kembar. Letusan - letusan yang terjadi hanya menyebabkan hujan abu di sekitar puncak saja, kecuali bila pada saat letusan bertiup angin yang sangat kencang, abu dapat mencapai desa di lereng atas G. Semeru.
Gunung Lawu (+3265) termasuk salah satu dari gunung api aktif di Indonesia,, digolongkan sebagai gunungapi tipe-B, yaitu gunungapi yang pernah mengadakan letusan sebelum tahun 1600. Kegiatan G. Lawu setelah tahun 1600 ditandai dengan kegiatan solfatara (kegiatan gas) pada kawah Candradimuka.
Suatu kejadian yang agak mengejutkan telah terjadi di Kelut. Akibat dari peristiwa tersebut baru diketahui pada waktu para petugae memeriksa kawah pada tgl. 14 Maret 1979
Pada tgl. 28 - 1 - 1979 dilakukan penelitian, akibat terjadinya awan panas guguran pada tgl. 24 - 1 - 1979 jam 21.29
Kemungkinan kegiaten 0. Gode ini semakin menurun kebagian ba wah dan muncul di bagiankaah Vadon. Suhn gas/solfatara teruiur pada saat itu berkisar 103°C. Misekitar kasah tersobut torlihat banyak aublimasi belerang bervarna kuning tua, neap sudah mulai mensbal. Rega kembali ke Cibodas melalui jalan Kandang Badak, Cisaat, Cipanas, Perspatan Curug Cibeureun dan achirnya sampai ke Kebun Raya Cibod…
Dalam Penulisan ini penulis membatasi diri dalam penyuguhan data yang diperoleh sebagai peningkatan kegiatan dalam bulan November 1976
Tulisan ini dimaksudkan sekadar mengetahui perkembangan kegiatan G. Kelut dan pengawasannya pada waktu akhir akhir ini. Beberapa contoh letusan masa lampau telah digunakan untuk mencoba memperkirakan jangka waktu istirahat antara dua letusan berturut turut dan pula bahaya letusan yang akan datang. Letusan G. Kelut "terakhir" terjadi pada tahun 1966 dan dapat dikatakan keadaan kegiatannya mereda…
G.Merapi adalah gunungapi yang paling aktif di seluruh Indonesia. Pada waktu bekerja giat dibangunlah kubah lava yang kemudian dihancur-kan lagi. Kegiatan yang bersifat membangun dan merusak ini mengakibat-kan tingginya selalu berubah. Pada pengukuran 1962 tinggi G.Merapi a-dalah + 2947 m di atas muka laut. Titik ketinggiannya selalu berpindah-pindah. Oleh karenanya daerah yang terancan bahaya …
Tujuan utama pengamatan ini adalah mempelajari kegiatan seismik lokal (local seismicity) dari G. Dieng; jang dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan letusan gunung api di daerah G. Dieng dalam waktu dekat ini