Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula tamu dari Hawaii Volcano Observatory, USGS. Mereka kebetulan sedang berada di Indonesia untuk mengevaluasi hasil pemasangan seismograf dengan sistem pancar yang mereka lakukan pada pertengahan tahun 1982. Mereka mengevaluasi data yang tercatat selama ini dan melatih para teknisi bagaimana menangani peralatan yang terpasang dan pengkalibrasian secara period…
G. Tangkubanparahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan para wisatawan dalam dan luar negeri. Ternyata akibat letusan-letusannya menghasilkan morfologi G. Tangkubanparahu yang indah dan menarik bagi para wisatawan. Berdasar-kan coraknya, riwayat letusannya dapat dibagi menjadi 3 perioda yaitu, Fasa esplosiva (ledakan), Fasa efusiva dan Fasa pembentukan …
Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung volume dari matrial vulkanik yang baru, berdasarkan analisa potret udara, yang nantinya diharapkan dapat memperkirakan besarnya bahaya yang akan datang dan daerah-daerah mana yang akan terkena bahaya serta bagaimana cara penanggulangannya.
Penelitian geokimia panasbumi, dimana lokasi penelitian terletak kurang-lebih 1,5 km arah tenggara dari "Telaga Ngebel",termasuk Desa Talun, Kabupaten Ponorogo, Propinsi Jawa-Timur. terdapat dua daerah kenampakan panasbumi yang diperkirakan menarik untuk diteliti, yaitu daerah kenampakan panas bumi Pandusan dan daerah kenampakan panasbumi Talun
Sebagai penelitian lanjutan potensi batuan kaya kalium di sekitar Gunung Muria (Jawa Tengah), telah dilakukan penyelidikan dengan menerapkan cara geomagnet di beberapa lokasi yang dipandang cukup prospektip. Maksud daripada penelitian ini ialah untuk memperkirakan penyebarannya berdasarkan respons komponen vertikal geomagnet terhadap batuan di sekitarnya.
Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Pengukuran Landaian Suhu dan Penelitian Hantaran Panas Batuan dilakukan pada lubang Bor Gunung Cirempag, di daerah Konsensi Penambangan Mineral Logam P.T. Aneka Tambang di Bogor, bekerja sama dengan Proyek Survey Mineral Logam, Subdit Explorasi Direktorat Geologi, Bandung.
Dalam Agustus 1979 Peta Daerah Bahaya 0. Kelut (Reksowirogo, 1969) di- tinjau kembali sorta dilengkapi, Seperti lazim dilakukan, pekerjaan didasarken atas morfologi, topografi dan rivaynt letusan serta keru- sakan gunungapi tersobut sobagaimana teroatat dalam sejarah. Perubah- an keadaan lapangan disebabkan hasil pekerjaan 'Proyek Pengendalian Bahan-bahan Vulkanik' (Volcanio Debria Control Proj…
Laporan hasil pengukuran kubah lava yang tersisa setelah longsoran yang terjadi pada tanggal 21 sampai dengan akan dimulainya pengukuran (27 Agustus 1978)