Dalam rangka mengantisipasi dan memprediksi kemungkinan terjadinya letusan. maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terutama semenjak dekade 1980 melakukan pemantauan dan penyelidikan yang seksama dengan melibatkan berbagai metoda seperti seismik, geokimia, deformasi dan metoda geofisika lainnya.
Peranan Komplek G. Bromo dalam kehidupan manusia sangat besar manfaatnya yang disebabkan karena selain oleh kesuburan tanahnya untuk pertanian juga sangat potensial dan ramai dikunjungi wisatawan. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger yang sangat luas, dengan tinggi puncaknya mencapai 2329 meter di atas permukaan laut.
Gunungapi Guntur termasuk kategori gunungapi kelas A karena gunungapi tersebut aktif sejak tahun 1690 sampai dengan tahun 1847. Selama perioda itu sudah tercatat 22 kali letusan (terdapat banyak korban jiwa namun tidak ditemukan informasi lebih detil). Aktivitas terkini dicirikan oleh kenaikan aktivitas kegempaan dan deformasi beberapa bulan yang lalu (2006) selaam kurun waktu kurang dari satu …
G. Kelud merupakan gunungapi berbentu strato yang masih aktif dengan mempunyai danau kawah di puncaknya. Gunungapi Kelud terletak di Propinsi Jawa Timur yang mencakup tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Dalam catatan sejarah kegiatan letusan, gunungapi ini pernah beberapa kali memporak-porandakan ratusan desa/kampung berikut lahan pertahanandan…
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah hanya letusan-letusan freatik yang bersumber dari kawah sekarang.
G. Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato di wilayah Jawa Barat, nama lainnya Careme, Cerme atau Ceremai yang mempunyai 3 kawah di puncaknya. Puncak gunungapi ini terletak pada ketinggian 3078 m dpl., atay 2578 m i atas dataran Kuningan. Secara administratif termasuk daerah Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.
Gunungapi kelut merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A [Kusumadinata, 1979]. Gunung kelut juga merupakan salah satu gunungapi yang mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebihkurang 400000 meter persegi dengan volume air lebih kurang 2,5-3 juta meter kubik.
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi, oleh staf pengamatan seksi jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 2002 adalah melakukan penyelidikan/pengamatan visual dan kegempaan gunungapi Raung, yang pelaksanaannya bersamaan dengan penyelidikan/pengamatan kompleks Kawah Dieng.