Pemetaan ini dilakukan untuk membuat peta kawasan rawan bencana G.Lawu, dimana didalam peta ini tergambarkan daerah - daerah yang kemungkinan terkena bencana letusan gunung api berikut potensi bahaya dari G. Lawu jika meletus.
G. Papadayan terletak 70 km sebelah tenggara Bandung pada posisi geografis 7'19' LS dan 107' 44' BT, dengan ketinggian 2665 m diatas muka laut. Maksud dari penyelidikan magnetik G. Papandayan dan sekitarnya adalah untuk menyusun peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia.
Penyelidikan gayaberat di G.Papandayan dilakukan untuk menyusun peta gayaberat disetiap gunungapi di Indonesia. Dimana, sebaran anomali gayaberat G. Papandayan secara kualitatif dan kuantitatif diharapkan akan memberikan lebih jauh informasi keadaan struktur geologi bawah permukaan daerah tersebut.
Puncak G. Tangkubanparahu bagian timurlaut teramati telah mengalami penurunan, sehingga bagian punak G. Tangkubanparahu terbuka kearah tersebut. Pengamatan di lapangan, kawah - kawah G. Tangkubanparahu tersebar merupakan suatu kelurusan dengan arah barat-timur, dari Kw. Baru, Kw. Upas, Kw. Ratu, Kw. Domas, Kw. Badak, Kw. Siluman, dan Kw. Jarian.
Pembuatan dokumentasi G, Raung dapat diartikan sebagai upaya untuk melengkapi data lapangan selengkap - lengkapnya baik data yang berada di daerah bahaya maupun waspada yang meliputi seluruh keadaan geologi G. Raung.
Status aktivitas G. Merapi pada triwulan I (April - Juni 1999) berada pada status "aktif normal" yang berlaku sejak pertengahan bulan Januari 1999, secara visual tercermin dengan asap solfatar berwarna putih tebal, tekanan lemah, tinggi asap maksimum berkisar antara 100 - 600 meter, kecuali pada tgl 11 Juni 1999 tinggi asap maksimum mencapai 1000 meter terukur dari Pos Pengamatan Selo pada jam …
Evaluasi kegiatan G. Kelut dimaksudkan untuk mengetahui hasil dari pemantauan kegiatan seismik dan visual berupa pengukuran suhu air danau kawah, pemeriksaan sekitar kawah, dan pengambilan contoh gas.
Pemetaan di kawasan Gunungapi Kawah Timbang adalah untuk membuat batas daerah - daerah yang terlanda bencana akibat letusan gunungapi di daerah Kawah Timbang dan sebagai revisi terhadap peta daerah bahaya Pengunungan Dieng yang telah dibuat oleh Sumarna Hamidi tahun 1980.
Penyelidikan gayaberat dimaksudkan untuk mengumpulkan data geofisika yang didalam hal ini adalah data gayaberat dari Gunung Slamet dan sekitarnya. Dari hasil penyelidikan ini diharapkan adanya daerah anomali sehingga jelas kontras densitas batuannya.
Penyelidikan deformasi G. Slamet dengan metoda EDM dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat tentang status dan sifat - sifat aktivitas G. Slamet saat ini. Usaha yang dilakukan adalah mengumpulkan data hasil pengukuran yang kemudian menganalisis dan mengevaluasinya. Hal ini perlu untuk mengantisipasi penanggulangan yang timbul oleh akibat aktivitas G.Slamet.