Penyelidikan dan pengamatan seismik di G. Slamet dilakukan untuk mendapatkan data kegempaan G.Slamet berupa parameter - parameter dasar gempa, kemudian kita mencoba melakukan lokalisasi sebaran dan kedalaman sumber gempa.
Awan panas letusan - letusan G. Semeru tanggal 3 Februari 1994 terjadi kearah selatan yaitu 11,5 km dan mengendap disepanjang sungai B.Kobokan dengan jumlah endapan kurang lebih 4,6 juta m3 dan 9 km kearah jalur sungai B. Kembar dengan jumlah endapan 1,7 juta m3.
Dalam menghitung jumlah endapan awanpanas dan volume kosong lembah sungainya, maka dilakukan pembuatan penampang melintang sepanjang Sungai B. Kembar dan Sungai B.Bang.
Direktorat Vulkanologi Bandung membentuk suatu tim khusus geologi dan laharan untuk melakukan tugas - tugas yang meliputi : pemetaan sebaran awanpanas guguran, perhitungan potensi lahar dan daya tampung K.Boyong, K. Kuning, dan K. Krasak serta pengukuan volume kubah lava dan kegiatan penyuluhan serta gladi lapang.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta memberikan pengarahan - pengaahan kepada penduduk disekitar Daerah Bahaya G.Semeru yang di prakarsai oleh Pemda Lumajang, Direktorat Vulkanologi diundang untuk memberikan penjelasan tentang keadaan G. Semeru serta bahayanya.
Evaluasi dan monitoring yang dilakukan terhadap kegiatan vulkanik G.Bromo diantaranya mengumpulkan data - data pemantauan (seismik ataupun visual), mengambil contoh abu hembusan dan kemudian dianalisis untuk selanjutnya digunakan mengevaluasi kegiatan G.Bromo.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tatanan geologi daerah penelitian sehingga dapat diketahui evolusi pembentukan kompleks Gunungapi Merbabu secara geologi, dengan menggunakan berbagai data yang menunjang berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (analisis foto udara), serta ditunjang dengan analisis laboratorium dan studio.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.