Dalam laporan kerja lapangan ini masih menitik beratkan pada kegiatan pengadaan data informasi sebagai bahan untuk penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang terletak didalam Daerah Bahaya dan Daerah Waspada G. Papandayan.
Laporan ini memuat hasil kegiatan pengumpulan data sekunder di Provinsi Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung dengan isian basis data tekstual dan spasial yang memuat peta digital serta peta pendukung, yang juga dapat divisualisasikan untuk memberikan sarana informasi mengenai potensi bahan galian.
Daerah panas bumi Pariangan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan sistem panas bumi dengan manifestasi mata air panas bersuhu hingga 49,1°C. Survei gaya berat dan AMT mengidentifikasi lapisan resistivitas rendah (
Pendataan penyebaran unsur merkuri pada wilayah pertambangan di daerah pongkor, kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat dilakukan untuk mendat sebaran dan tingkat pencemaran unsur merkuri dan unsur logam berat yang hasilnya diharapkan dapat digunakan sebagai bahan kajian instansi terkait dalam upaya penanggulangan pencemaran lingkungan.
Kegiatan pemutakhiran data dan neraca sumber daya panas bumi ini menggambarkan hasil pemutakhiran data baik berupa data spasial dan tekstual yang terdapat di dalam sistem aplikasi basis data panas bumi di Pusat Sumber Daya Mineral Batubara Panas Bumi (PSDMBP). Data dan informasi yang dimutakhirkan telah melewati proses verifikasi agar memiliki akurasi yang lebih baik sehingga dapat dipergunakan…
Pada waktu kegiatan selama bulan september dan oktober 1970, gunung gede dalam keadan siap. Kegiatan gunung gede terakhir pada kegiatan
Gunung Awu merupakan salah satu gunung aktif yang terletak di kabupaten Sangihe - Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis berada pada 3(derajat) 40' LU dan 125(derajat) 30' BT. Di bagian puncaknya terdapat sebuah danau kawah yang berukuran kurang lebih 1550x1200 m, merupakan kawah tunggal. Bagian tebing yang tertinggi berada pada ketinggian kurang lebih 1320 m dari muka laut
G. Tangkoko yang bertipe strato sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan-bangunan ataupun pemotretan bangunan-bangunan penting yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Semua…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar