Menurut surat perintah dari Tn. Dr. Ir.ter Bruggen Kepра-la Perwakilan Djawatan Pertambangan di Bandung pada tanggal 5 September 1951, maka saja (terhitung rombongan Dr.A.L.Simons) jang terdiri dari Dr.A. L., Simons, 2 orang pembantu Geoloog, 20-rang Djuru ukur, dan 1 orang Mantri Waarnemer; pada tanggal 6 September kami (Rombongan Dr. Simons) berangkat dari Bandung ke Kediri. Esok harinja tg…
Setelah 30 tahun lamanja dalam keadaan tenteram. Kelihatannja tenang seakan-akan tidak ada apa2. Pada tg.7 1950, pagi, tidak tampak "tanda2 penting" (Vulkanische Verschijnselen) en) jang menundjukkan G.Kelud mulai bekerdja kembali. Hal ini dengan segera dilaporkan oleh Sår. Soepian jang sedang bertugas di G.Kelud kepada Bapak Residen dan Bapak Bupati, di Kediri. Dengan Radio-gran No. 2618/17 t…
Penulisan seri buku yang berjudul “Erupsi G. Kelud 2007” bertujuan untuk memberikan Gambaran tentang proses naiknya magma ke permukaan yang dipantau melalui beberapa metoda pemantauan antara lain metoda avisual, kegempaan, deformasi, dan kimia. Melalui data-data yang sudah diolah oleh para ahli Vulkanologi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menghasilkan suatu informasi yang s…
Pemantauan deformasi tubuh gunungapi merupakan metoda pemantuan yang berbasis waktu panjang. Deformasi terjadi secara perlahan sesuai dengan perkembanan distribusi tekanan di dalam gunung.
Deformasi tubuh gunungapi merupakan gejala perubahan di permukaan gunungapi. Gejala ini juga berhubungan erat dengan kegiatan magma, dicerminkan dan diidentifikasikan sebagai perubahan tekanan di dalam tubuh gunungapi yang disebabkan oleh tekanan/gerakan magma di bawah permukaan.
Dengan menggunakan ilmu geodesi, kondisi aktivitas gunungapi dapat dipantau sehingga banyak sekali metode di bidang geodesi yang digunakan untuk pemantauan gunungapi, salah satunya metode deformasi. Metode deformasi membantu dalam pemantauan aktivitas gunungapi dengan memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi jauh di bawah permukaan tanah.
Erupsi gunungapi pada umumnya didahului oleh peningkatan aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan tekanan akobat aktivitas magmatik pada sistem konduit gunungapi. Aktivitas magmatik akan menimbulkan terjadinya gempa-gempa mikro di gunungapi serta mengakibatkan perubahan sifat fisis medium dan mempengaruhi kecepan gelombang seismik.
Gunung Kelud adalah salah satu gunungapi aktif di Pulau Jawa. Pergerakan magma gunungapi ini perlu di waspadai. Penelitaian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman hiposenter dan pergerakan magma. Data yang digunakan adalah data sekunder dari PVMBG berupa rekaman gempa.
Gejala aktivitas vulkanik dan tektonik pada beberapa masa krisis di G. Kelut selama selang waktu antara letusan 1966 sampai 1990 dianalisis untuk mendapatkan pola kegiatan magmatik G. Kelut. Gejala tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan megmatik berhubungan dengan kalainan sebaran gempa tektonik mulai kedalaman 100km dan ativitas vulkanik merupakan lanjutan ativitas tektonik tersebut.
Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi yang dapat terjadi pada Gunung Kelud yaitu dengan cara melakukan pengamatan pergerakan pada tubuh gunung tersebut melalui pemantauan deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gejala deformasi, dilihat dari nilai regangan di setiap titik pengamatan yang terjadi di Gunung Kelud dengan menggunakan data pengamatan GPS tahun 2016-2018.