Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini ser ta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan to lah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini, penulis ber-sama dengan empat orang pengamat dari G. Merapi ditugaskan un-tuk melakukan pemeriksaan. Bersama dengan dua orang Pengamat dari G. Merapi melakukan me…
Sebagaimana telah direncanakan dalam tahun 1980 pada tanggal 26 sampai 31 Mei 1980 dilakukan pemeriksaan kawah G.Papandayan, G.Guntur dan G.Galunggung. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui kegi-atan gunungapi tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Dengan dipasangnya patok di lobang-lobang solfatara oleh pe-meriksa yang lebih dahulu yang seluruhnya berjumlah 21 buah mempermudah dan memperlancar pekerjaan kami. Karena dengan ada-nya patok tersebut kita dapat langsung mengetahui adanya peru-bahan suhu di tiap lobang dibanding dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Lokasi seismometer terbaru bertempat di sekitar Pasir Bentang, lokasi tepatnya adalah pada posisi S 07'15,6' dan E 108'04,350 (handy GPS). Sedangkan kondisi kawah G. Galunggung relatif tidak banyak perubahan, tetapi permukaan air danau kawah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1995.
G. Ciremai dengan ketinggian puncak 3078 meter di atas permukaan laut terletak pada posisi geografis 108' 24' LS dan 6' 50' BT. G. Ciremai diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Ciremai di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
G. Salak termasuk gunungapi tipe strato dengan ketinggian puncak 2211 m di atas pemukaan laut terletak pada posisi geografis 6' 43' LS dam 106' 44' BT. Secara administratif daerah G. Salak terletak di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Anggaran 1990/1991 penulis dengan SPPD No. 338/0441/3402/1990 ditugaskan untuk melakukan pengamatan seismik dan pemeriksaan Kawah Gunung Ciremai.
Gunung Dempo terletak di daerah Kecamatan Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatra Selatan. Pada posisi geografi 4°02' Lintang Selatan, 103° 08′ Bujur Timur. Gunung Dempo adalah gunung tertinggi di Propinsi Sumatra Selatan (3173 meter dari permukaan laut) yang merupakan gunungapi strato tipe A (klasifikasi Direktorat Vulkano- logi Bandung, 1979) dalam jajaran busur vulkanik Bukit Barisan.
Pada 18 Juli 1980, penulis dan Sdr. Aidil berangkat menuju Bukittinggi untuk bergabung dengan Sdr. Bustamam dan Sdr. Musbar, masing - masing dengan SPPD No. 702/P/1980, No. 703/P/1980, No. 704/P/ 1980 dan No. 705/P/1980. Kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan puncak G. Kerinci, G. Talang, G. Marapi, dan G. Sorik Marapi.