Umumnya dalam pengamatan gempa memakai satu komponen seismogaf, pengolahan data dilakukan dengan metoda statistik. Hasil pengamatan gempa seperti jumlah kejadian gempa dan parameternya dituangkan dalam grafik terhadap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui turun atau naiknya parameter tersebut terhadap waktu yang diperkirakan berhubungan dengan perubahan kegiatan gunungapi. Pengolahan data…
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Berdasarkan data pemeriksaan kawah. pengukuran suhu pada Juni 1996 terdapat perubahan dibanding pada pemeriksaan Oktober 1995, yaitu : (a) Warna air danau putih keabuan sebelumnya kehijauan; (b) suara desisan terdengar di bibir kawah/kaldera sebelumnya hanya di tempat pengukuran suhu (di dasar kaldera); (c) kolom asap di Kawah A lebih tebal; dan (d) suhu kawah A dan C meningkat 5C. Peningkatann…
Dari data pengamatan visual dan pendakian menunjukkan bahwa kegiatan vulkanik G. Leroboleng tidak tampak dari permukaan yang tampak adalah hutan yang lebat dan ladang yang subur. Mungkin banyak orang termasuk penulis berpendapat bahwa G. Leroboleng sudah tidak aktif lagi atau sedang beristirahat panjang karena sudah tidak menunjukkan kegiatannya. Namun, dari data kegempaan menunjukkan terdapat …
Kegiatan vulkanik G. Kelimutu diamati secara terus menerus dari sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Kp. Kolorongo lk 3 km (jarak datar) dari puncak. Pengamatan dilengkapi dengan metoda gempa/seismik dengan jenis seismograf Hosaka satu komponen. Kegiatan vulkanik G. Kelimutu dalam Juni 1996 aktif normal, setelah pada April - Mei 1996 meningkat yang ditandai oleh perubahan warna air Danau Kawa…
Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
G. Iliboleng terletak di Kec. Adonara Timur, P. Adonara, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusatenggara Timur. Secara geografi G. Iliboleng terletak pada posisi 8º 20,5′ Lintang Selatan dan 123°15,5' Bujur Timur (Gb.1) dengan ketinggian lk. 1659 m di atas permukaan laut. G. Iliboleng digolongkan gunungapi aktif type A. Kegiatan letusannya tercatat lk. 15 kejadian sejak September 1885 sampai …
Gunung Sangeang Api adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di P. Sangeang yakni suatu pulau kecil dibagian Timur P. Sumbawa, Provinsi Nusatenggara Barat termasuk dalam wilayah Kecamatan Wera Timur. Posisi geografi gunung ini tercatat di beberapa Publikasi Vulkanologi, yakni 8°11" Lintang Selatan dan 119°3,5" Bujur Timur. Puncaknya disebut Doroapi yang berarti suatu gunungapi, selain i…
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G.iliwerung dilakukan pada tanggal 23 Oktober 1995. Pendakian ke G.Iliwerung memerlukan waktu lk. 2 jam dari Kp. Lerek. Di Puncak G. Iliwerung terdapat rekahan - rekahan yang melingkari kawah. Kawahnya tampak kering dan terdapat longsoran - longsoran dari dinding kawah. Di dalam kawah hanya tampak satu tembusan solfatara yaitu di dinding sebelah barat. Ting…